RN, Pemalang Jateng – Kementerian Agama [Kemenag] Kabupaten Pemalang, PC Ansor, telah bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Pemalang, dengan ditandai melaunching Program Pemberdayaan Ekonomi Umat untuk mendorong perkembangan UMKM.
Kegiatan tersebut, dilaksanakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama [Kakanwil Kemenag] Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, yang dihadiri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, serta Kepala Kemenag Kabupaten Pemalang Sarif Hidayat dan Ketua PCNU Pemalang Abu Joharudin Bahry di Desa Penakir Kecamatan Pulosari, Rabu [7\1].
Saiful Mujab menyampaikan, kerangka berfikir Kementerian Agama kedepan adalah membangun ekonomi keumatan, sehingga salah satu programnya adalah pemberdayaan ekonomi umat dengan bekerja sama dengan Baznas dan PWI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu, dalam rangka untuk mendorong agar para mustahik [penerima zakat] di Kabupaten Pemalang bisa menjadi muzakki [orang yang mengeluarkan zakat].
“Ini tentunya hal yang luar biasa yang patut kita apresiasi dan inilah kehadiran Menteri Agama di tengah-tengah masyarakat berkolaborasi bersama Pemerintah Daerah,” ungkap Saiful.

Sebelumnya, Bupati Anom mengungkapkan bahwa program Kemenag ini memiliki semangat yang sama dengan yang dikembangkan di Pemerintah Kabupaten, yaitu dalam rangka mendorong perkembangan UMKM dan tentunya tujuan utamanya adalah pemberdayaan untuk kemandirian.
“Sangat-sangat ambisius, tapi kemandirian ini adalah mutlak supaya masyarakat keluar dari kemiskinan,” harap Anom.
Ia menjelaskan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Pemalang masih cukup besar yaitu 13%, dan masih jauh diatas provinsi dan nasional yang hanya 9 persen.
“Jadi, kita sangat antusias dengan program-program pemberdayaan ekonomi yang tujuannya untuk kemandirian,” imbuhnya.
“Kemandirian umat ini tentunya tanggung jawab yang paling besar ada di semua yang hadir pada sore hari ini seperti rekan Ansor, pengurus NU dan kami di Pemerintah Kabupaten,” tandasnya.
“Nanti kami akan kembangkan di wilayah lain di Kabupaten Pemalang yang angka kemiskinannya masih cukup tinggi,” pungkas Anom.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Pemalang Sarif Hidayat, menyatakan komitmen pihaknya untuk mendorong agar kegiatan-kegiatan, baik keormasan maupun pada level yang paling bawah, adalah kegiatan dalam rangka upaya peningkatan ekonomi produktif.
“Sementara yang didorong kegiatan dari Baznas mulai dari pentasyarufannya [red-kegiatan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah [ZIS] dari amil [pengumpul] kepada mustahik [penerima yang berhak], sesuai dengan syariat Islam, dengan tujuan memastikan dana tersebut tepat sasaran, meringankan beban ekonomi, serta memperkuat solidaritas sosial adalah untuk kegiatan ekonomi produktif, harapannya yang tadinya mustahik nantinya menjadi muzakki,” harapnya.
Dia menyampaikan bahwa penyuluhnya di setiap KUA ada sekitar 5 – 10 orang, dan sekarang sudah mulai bergerak di pasar-pasar mencari pedagang-pedagang yang paling kecil.
“Di samping kita bantu dengan financial, tetapi kita berikan juga pencerahan untuk bagaimana bisa menjadi kaya dengan pesugihan yang bersyariat,” tambahnya.
Sarif menjelaskan, pesugihan bersyariat yaitu dengan cara diberikan tips-tips bagaimana untuk berdagang yang baik sesuai dengan tuntutan syariat.
Kemudian, dilakukan penandatanganan MoU antara Bupati, Kemenag dan PC GP Ansor Pemalang, dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Umat dan penyerahan bantuan 100 ekor kambing dari Kemenag kepada PC GP Ansor, yang diserahkan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah serta bantuan secara simbolis oleh Bupati kepada PC GP Ansor.
[SA.1]


















