Pengadaan Kaus Kaki Rp6,9 Miliar di BGN, Apa Manfaatnya ??

- Redaktur

Sabtu, 11 April 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum LSM PMPRI, Rohimat Joker. [Foto: Istimewa]

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

RN, Bandung – Soal anggaran pengadaan kaus kaki di Badan Gizi Nasional [BGN] yang mencapai angka fantastis sebesar Rp6,9 miliar, memicu gelombang kritik dari kalangan aktivis. Salah satu sorotan tajam datang dari DPP LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia [PMPRI] yang menilai kebijakan belanja tersebut tidak sejalan dengan urgensi penanganan masalah gizi di Indonesia.

Sektor prioritas menjadi poin utama yang dikritisi oleh Rohimat atau Kang Joker, dalam wawancara terbaru. Ia menilai adanya ketimpangan antara misi lembaga dengan realisasi belanja operasional yang ada.

“Ini yang paling mengusik rasa keadilan. Badan Gizi Nasional itu tugas utamanya urusan perut rakyat, program Makan Bergizi Gratis. Masa iya, di saat kita bicara soal kurang gizi dan anggaran makanan, justru muncul belanja pakaian dan aksesori sampai ratusan miliar, termasuk kaus kaki yang miliaran itu? Ini namanya gagah di luar, kosong di dalam,” pungkas Kang Joker.

Baca Juga:  Potensi Kerugian KMP Mencapai Puluhan Triliun, Kang Joker : "Negara Harus Waspada!"

Selanjutnya, pimpinan LSM PMPRI ini mengkritisi hitungan harga satuan yang dianggap tidak masuk akal. Ia mempertanyakan transparansi di balik angka fantastis tersebut yang rawan terhadap praktik penggelembungan harga.

“Kalau kita hitung kasar, uang Rp6,9 miliar itu bisa beli ratusan ribu pasang kaus kaki kualitas bagus. Pertanyaannya, berapa jumlah pegawai atau relawan yang mau dipakaikan kaus kaki sebanyak itu? Berapa harga per pasangnya? Kalau di pasar harga Rp100.000 saja sudah dapat merek ternama, masa anggaran negara dipakai buat harga yang tidak masuk akal? Di situlah potensi markup biasanya bermain,” tandasnya.

Baca Juga:  Perjuangan Warga Semingkir Belum Usai, Kades: Belum Tahu Ada Surat

Kang Joker juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Ia menilai setiap rupiah yang dikeluarkan negara melalui badan tersebut harus memiliki dampak langsung terhadap perbaikan gizi, bukan untuk hal yang sifatnya pelengkap.

“Uang Rp6,9 miliar itu kalau dialokasikan untuk gizi sudah bisa memberikan ribuan paket makanan bergizi untuk anak-anak yang stunting di pelosok Jawa Barat atau daerah lainnya. Memilih membelanjakan miliaran rupiah untuk kaus kaki di tengah urgensi perbaikan gizi adalah kegagalan dalam menentukan prioritas,” kecamnya.

Baca Juga:  PMPRI Desak KPK, BPK Audit Tuntas Proyek KCIC Whoosh

Secara organisasi, PMPRI menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan meminta adanya audit transparansi menyeluruh agar program gizi rakyat tidak terhambat oleh pemborosan anggaran operasional.

“Sikap saya sebagai Ketum PMPRI, saya tidak peduli seberapa rapi mereka menyusun laporan di e-katalog atau tender terbuka. Kalau rasa keadilan rakyat terusik, PMPRI akan terus bersuara. Satu rupiah pun uang rakyat harus punya dampak langsung ke perut rakyat, bukan ke kaki pejabat!” tegas Kang Joker.

[RJ***]

Berita Terkait

Setahun Lebih Mandek, Kasus Perusakan dan Pencurian Properti Milik Asep Awaludin Masuki Babak Gelar Perkara Khusus
Ketika Viral Soal MBG, Guru, Ortu Siswa, Wartawan dan Aktivis LSM: Kenapa Seolah Disalahkan ??
Menu MBG Harus Ada Susu, Sudaryono: “Sudah saya beri surat edarannya”
Pengukuhan Ketum Linduaji Eric Agus Susanto, Dihadiri Belasan Ribu Anggota Se-Jateng di Taman Borobudur
Ratusan Kendaraan Dinas KBB Pajak Off, Kang Joker: “Rakyat Dikejar-kejar Razia, Pejabatnya Menerobos Aturan!!”
Jelang HUT ke-13 LSM PMPR Indonesia, Dadan Nugraha, S.H: Meneguhkan Esensi Gerakan Sosial dan Integritas Kebijakan Publik
Kasus MBG, Laporkan Jangan Takut !! Sudaryono: “Kami siap lindungi identitas anda. Jangan tunggu viral baru bergerak”
LSM PMPRI Mengecam Terbengkalainya Puluhan Aset Kendaraan Dinas, Terutama Mobil Ambulans Pemkab Bandung Barat
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:52 WIB

AMPPIBI Bersiap Gelar Aksi Lanjutan, Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Rp200 Miliar di Dishub Jabar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Kejanggalan Proyek PJU dan CCTV AI Senilai Ratusan Miliar Dipertanyakan, AMPPIBI Gelar Aksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Kasus di SDN 01 Kebondalem Dalam Proses Penyelidikan APH, Pemkab Pemalang Segera Bentuk Satgas Bullying

Senin, 14 September 2026 - 08:52 WIB

Menu MBG Harus Ada Susu, Sudaryono: “Sudah saya beri surat edarannya”

Senin, 7 September 2026 - 20:26 WIB

Kasus MBG, Laporkan Jangan Takut !! Sudaryono: “Kami siap lindungi identitas anda. Jangan tunggu viral baru bergerak”

Jumat, 4 September 2026 - 20:12 WIB

Dugaan Peredaran Obat Keras Semakin Liar, Comal Siaga Satu !!

Rabu, 2 September 2026 - 22:56 WIB

Lapak Obat G Kembali Buka, Sengonan Jatirejo Disorot

Rabu, 2 September 2026 - 20:45 WIB

PN Pekalongan Tolak Gugatan Praperadilan Tersangka Kekerasan Seksual Yang Dilakukan Oleh Oknum Tokoh Agama, Proses Hukum Harus Tetap Berlanjut

Berita Terbaru