RN, Pemalang Jateng – Acara audiensi yang dilaksanakan di Gedung DPRD [Dewan Perwakilan Rakyat Daerah] Kabupaten Pemalang, bersama Komisi A, beserta jajaran OPD [Organisasi Perangkat Daerah] terkait, dan juga Komunitas Peduli Penegakkan Hukum Pemanfaatan Aset Desa [KPPHPAD] Kabupaten Pemalang, di ruang rapat bapemperda lantai dua, Jum’at [01\08\25].
Audiensi yang dipimpin oleh Aris Ismail, A.Md, selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, serta hadir pula beberapa anggota DPRD, Heru Khundimiarso dan Fahmi, juga beberapa dinas terkait.
Hadir pula, Tabi’in kepala Desa Kalirandu beserta sekretaris Desa dan ketua BPD [Badan Permusyawaratan Desa], beserta beberapa staffnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini ditahun 2025 PAD nya kita [Desa Kalirandu], itu mencapai 437 [juta],” Papar Tabi’in, saat memberikan penjelasan.
Namun dipihak KPPHPAD, Tafsir Slamet, masih belum puas dengan hanya paparan dan penjelasan saja dari pihak Pemerintah Desa Kalirandu.
Bahkan, Tafsir menegaskan bahwa penjelasan saat itu dari pihak Pemerintah Desa Kalirandu, tidak masuk akal dan tidak dapat dilogika.
“Yang memunculkan kami itu akhirnya tidak paham, pak Kades menyampaikan, pembayarannya itu lewat tanah pengganti, ini tidak masuk akal dan logika pak,” Sanggahnya, dihadapan Tabi’in.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi wadah aspirasi dan diskusi antara DPRD dan masyarakat Kabupaten Pemalang, diantaranya mengenai perlindungan hukum serta optimalisasi pemanfaatan aset desa.
Pihak KPPHPAD sempat menyampaikan berbagai masukan kepada DPRD Kabupaten Pemalang, dan menyatakan akan segera menindaklanjuti hasil audiensi ini sesuai dengan kewenangannya, serta berikutnya akan mendorong agar pengelolaan aset desa dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan umum.
Untuk dapat diketahui, KPPHPAD mengajukan audiensi melalui DPRD Pemalang, yang ditujukan kepada pihak Pemerintah Desa Kalirandu, terkait dengan adanya dugaan pemanfaatan lahan tanah bengkok milik Desa yang telah digunakan oleh PT.Golden Victory Manufacturies.
[SA.1]

















