LSM PMPRI Kritisi Impor Ratusan Ribu Pickup India, Ketum: “Industri Lokal Mampu, Kenapa Harus Impor?”

- Redaktur

Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

RN, Bandung – Planning impor 105.000 unit mobil pickup dari negara India, oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, yang notabene untuk kebutuhan Koperasi Merah Putih, hal ini menuai kritik tajam. Ketua Umum DPP LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia [PMPRI], Rohimat atau yang akrab disapa Kang Joker, menyayangkan kebijakan tersebut, ditengah mampunya industri otomotif dalam negeri memproduksi kendaraan niaga berkualitas.

Kepada para awak media, Kang Joker menegaskan, bahwa ketergantungan pada produk impor untuk proyek berskala besar seperti ini merupakan langkah mundur bagi kedaulatan industri nasional. Ia menilai Indonesia sudah bukan lagi negara yang baru belajar dalam dunia otomotif, mengingat kapasitas manufaktur pickup nasional saat ini sebenarnya telah melampaui angka 400.000 unit per tahun.

Baca Juga:  Proyek IPT Kota Bandung di Mata PMPR Indonesia

“Indonesia ini memiliki tenaga kerja ahli dan pabrik-pabrik besar yang kapasitas produksinya melimpah. Kalau kebutuhan koperasi saja harus impor dari India sampai ratusan ribu unit, lalu apa gunanya slogan ‘Cintai Produk Dalam Negeri’?,” tandas Kang Joker di sekretariatnya Bandung, Jum’at [20\02\2026].

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan Kang Joker tersebut, sejalan dengan fakta industri otomotif terkini yang tercatat dalam data GAIKINDO dan Kementerian Perindustrian. Berdasarkan data tersebut, pengadaan hingga 70.000 unit pickup segmen 4×2 yang dialihkan ke produk lokal, sebenarnya mampu memberikan dampak ekonomi atau multiplier effect hingga Rp 27 triliun. Hal ini dikarenakan Indonesia sudah memiliki “pemain-pemain” kuat yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat, seperti Suzuki Carry, Daihatsu Gran Max, Mitsubishi L300, hingga Isuzu Traga.

Baca Juga:  Ketum PMPRI Minta Para Pemimpin Kota Bandung Jaga Keharmonisan, Agar Suhu Politik Tidak Semakin Memanas

Penggunaan produk dari produsen yang sudah mapan di tanah air ini, dinilai jauh lebih strategis untuk menjamin ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual bagi anggota koperasi dipelosok daerah. Sebaliknya, impor besar-besaran dianggap mengabaikan potensi ekonomi yang bisa memutar roda ekosistem industri komponen didalam negeri secara masif.

Baca Juga:  Pemkab Bantu Warga, Lakukan Evakuasi Akibat Banjir di Pusat Kota  

“Ada sekitar 1,5 juta orang yang menggantungkan hidup di seluruh ekosistem otomotif kita. Saat industri domestik sedang berjuang bangkit, impor besar-besaran ini justru bisa mengancam keberlangsungan lapangan kerja mereka. Kita harusnya bangga pakai produk anak bangsa, bukan malah memberi panggung bagi produk luar,” sergah Kang Joker dengan nada tegas.

PMPRI mendesak pemerintah untuk meninjau ulang rencana impor tersebut, serta memprioritaskan kolaborasi dengan pabrikan lokal agar Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi simbol kemandirian ekonomi rakyat yang nyata.

[Red.1]

Berita Terkait

PMPRI Geruduk Kejagung RI dan KPK di Jakarta
Masyarakat Desa Datar Geram, Salah Satu Oknum Warga Diduga Membendung Aliran Sungai Untuk Kepentingan Pribadi
KPK dan BPKP Diminta Usut Tuntas Dugaan Mark-Up Gembok Ditjen PAS Senilai Rp.92 Miliar, PMPRI: Kami akan kawal masalah ini hingga tuntas
Ketum PMPRI Minta Para Pemimpin Kota Bandung Jaga Keharmonisan, Agar Suhu Politik Tidak Semakin Memanas
Viral…!! Dua Pemuda Digrebek Warga, Diduga Mengedarkan Obat Terlarang
PMPRI Kembali Soroti Pengadaan di BGN: “Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer??”
Ponco Tani Hadir Untuk Petani Modern di Pemalang
Patut Diduga Telah Terjadi KKN, LSM PMPRI Asahan Demo Depan Kantor RH PTPN IV Regional II Medan
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:52 WIB

PMPRI Geruduk Kejagung RI dan KPK di Jakarta

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:36 WIB

Ketum PMPRI Minta Para Pemimpin Kota Bandung Jaga Keharmonisan, Agar Suhu Politik Tidak Semakin Memanas

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:19 WIB

Viral…!! Dua Pemuda Digrebek Warga, Diduga Mengedarkan Obat Terlarang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:55 WIB

Patut Diduga Telah Terjadi KKN, LSM PMPRI Asahan Demo Depan Kantor RH PTPN IV Regional II Medan

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:03 WIB

Diduga Lelang Lahan di Bandung Terjadi Kongkalikong, Objek Senilai 9,1 Miliar Dijual 2,6 Miliar

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:00 WIB

Tanam Ribuan Mangrove di Pemalang, Dalam Rangka Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:18 WIB

Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tanah Kembali Gelar Aksi Unjuk Rasa, Kawal Sidang di PN Cianjur: Dukung Polda Jabar Bongkar Skandal Dugaan Sertifikat Ilegal senilai Rp.200 Miliar

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:44 WIB

Gawatt…!! LSM PMPR Geruduk Pemkot Bandung, Terjadi Aksi Gorok Babi Hutan

Berita Terbaru

AKSI

PMPRI Geruduk Kejagung RI dan KPK di Jakarta

Jumat, 10 Jul 2026 - 07:52 WIB

Liputan Khusus

Memahami Putusan Terhadap Nadiem Makarim Secara Sederhana

Jumat, 10 Jul 2026 - 06:46 WIB