RN, Pemalang Jateng – Pemerintah Kabupaten Pemalang menargetkan untuk temukan 23.000 kasus TBC, namun hingga November 2025 baru mencapai 9.000 kasus yang ditemukan. Mengetahui hal tersebut, Bupati Anom memerintahkan kepada Dinas Kesehatan Pemalang bersama jajarannya agar mengatasi TBC di wilayahnya.
Hal tersebut disampaikan Bupati, dalam acara, Kampanye Temukan, Obati, Sampai Sembuh [TOSS] TBC, peringati Hari Kesehatan Nasional [HKN] Ke-61 Tahun 2025 dengan tema ‘Generasi Sehat Masa Depan Hebat’.
“Penanganan TBC melibatkan seluruh elemen masyarakat melalui kolaborasi antar instansi, kesehatan, pemerintah dan swasta,” papar Anom.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati berharap, apa yang ditargetkan oleh Kepala Dinas Kesehatan bisa tercapai dan tidak semakin menyebar, meluas atau bertambah banyak.
“Syukur-syukur bisa ditemukan pasien-pasien TBC yang ada di Kabupaten Pemalang,” himbaunya.
Dalam kesempatan itu, Anom mengucapkan terima kasih kepada Kadis Kesehatan dan jajarannya serta seluruh puskesmas yang menjadi penjaga gawang utama untuk menemukan suspek penyakit TBC.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Yulies Nuraya memaparkan, bahwa, Indonesia menjadi negara nomor 2 di dunia penyandang penderita TB, oleh karena itu semua harus bersama-sama untuk memberantas penyakit tb dengan menemukan, mengobati sampai sembuh.
“Kepada masyarakat jangan takut diobati, jangan takut periksa dan jangan malu kalau menderita tbc,” pesan Yulies.
Ia melaporkan, bahwa target Kabupaten Pemalang pada tahun 2025 sebanyak 23.000 penderita TBC harus ketemu dan saat ini masih mendapatkan 9.000.
“Jadi target kita masih banyak, harus ketemu para penderita TBC di Kabupaten Pemalang,” Ungkap Yulies.
Dalam acara tersebut, juga diselenggarakan senam bersama jajaran Puskesmas se Kecamatan Watukumpul yang diikuti oleh Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang Noor Faizah Maenofie.
Hadir pula dalam acara, Pj Sekda Kabupaten Pemalang Endro Johan Kusuma, Kepala Dinkes Yulies Nuraya dan Kepala Bappeda Mohamad Sidik.
[SM]
















