Jalan aspal baru yang rusak parah, Desa Nyalembeng. [Foto: SA.1]
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
RN, PEMALANG JATENG – Proyek pengaspalan di Desa Nyalembeng yang baru beberapa bulan dilaksanakan, kini terlihat hancur terbawa air hujan.
Ironisnya, aspal jalan tersebut terlihat rusak parah. Hasil penelusuran awak media, rusaknya jalan tersebut disebabkan air hujan yang cukup deras, namun terlihat hanya sebagian saja.
Anehnya, sebagian jalan yang lain tidak rusak dan terlihat masih kokoh. Karena disebelahnya, ada aspal yang dibangun di tahun 2019 dan masih terlihat utuh.
Melihat fenomena tersebut, awak media mencoba menggali dan mewawancarai warga sekitar. Mereka membenarkan kejadian jalan baru yang rusak tersebut.
“Baru di aspal kalau gak salah tiga bulan dua bulan lah, terus kena banjir terus rusak lagi,” ungkap Dirman, warga sekitar, selasa [02\09].
Senada dengan Dirman, warga lainnya juga membenarkan kejadian dan fenomena alam tersebut.
Namun, beberapa warga lainnya sempat keheranan menanggapi fenomena tersebut, kemudian membandingkan dengan bangunan jalan aspal disebelahnya persis dan masih satu jalur, yang dibangun tahun 2019.
“Banget, banget-banget, udah jalannya sempit pak,” ungkap warga lainnya, yang terlihat kecewa dengan kondisi tersebut.
“Pemborongnya orang jauh, kalau ini pemborongnya orang Sigeblok,” sambung warga lainnya, sembari menuding jalan aspal yang terlihat masih utuh dan kokoh, yang notabene dibangun sekitar lima tahun lalu.
Disisi lain, Kunedi selaku kepala Desa Nyalembeng, turut memberikan komentar mengenai jalan yang hancur tersebut.
“Owh iya betul mas…kegiatan dilaksanakan bulan november 2024. Sudah dimonitoring tim Kecamatan… pada bulan pebruari 2025 terjadi banjir karena salurannya mampet kena sampah. Mangkanya dilokasi jalan banyak sampahnya,” Paparnya.
“Sumber Anggaran DD tambahan… pagu 105 juta… tahun anggaran 2024… Mas Galuh,” tambahnya lagi, saat dihubungi melalui ponsel.
[SA.1\Ridwan]
















