RN, Pemalang Jateng – Sekitar 3.000 kader Gerakan Pemuda [GP] Ansor, Banser, dan Garda Fatayat Nahdlatul Ulama [Garfa] se-Kabupaten Pemalang mengikuti kegiatan Silaturahmi Akbar dan Apel Akbar yang digelar di halaman Pendopo Dinas Pariwisata dan Kebudayaan [Disparbud] Pemalang, Minggu [10\05\2026].
Kegiatan tersebut, diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-92 GP Ansor dan Hari Lahir ke-76 Fatayat NU. Acara turut dihadiri oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro beserta istri, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah [OPD] di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilaksanakan pelantikan kader Banser Kabupaten Pemalang oleh Ketua PC GP Ansor Pemalang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Anom Widiyantoro menyampaikan, bahwa tantangan zaman saat ini semakin kompleks, berbeda dengan masa lalu. Jika dahulu musuh terlihat jelas, kini tantangan justru datang dari lingkungan sendiri yang harus dihadapi dengan bijaksana dan penuh kearifan.
Bupati juga menekankan, pentingnya peran kader Ansor dan Fatayat dalam menjaga generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi dan ancaman dekadensi moral.
“Tidak ada benteng yang paling kuat selain dimulai dari keluarga, dari diri sendiri, dan dari komunitas. Mari kita bersama menjaga generasi penerus agar memiliki akhlakul karimah dan mampu membawa kebanggaan bagi bangsa,” tutur Bupati.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan global seperti dinamika geopolitik dan derasnya arus informasi yang kini telah masuk ke dalam kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Pemalang, Salman Faidul Mahasin, dalam arahannya saat memimpin apel menegaskan bahwa pengukuhan Satkorcab Ansor dan Banser bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Ansor bukan sekadar struktur organisasi, tetapi kekuatan untuk menggerakkan, melindungi, dan melayani umat. Kita harus siap hadir di tengah masyarakat dalam berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan hingga kebencanaan,” tandasnya.
Anom juga menekankan pentingnya persatuan, peran aktif, serta kemampuan adaptasi kader Ansor dalam menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah.
Senada dengan itu, Ketua PCNU Pemalang, KH Abu Joharudin Bahry, mengingatkan bahwa perjalanan panjang Ansor dan Fatayat tidak lepas dari sejarah perjuangan bangsa, termasuk keterlibatan dalam masa kemerdekaan hingga menjaga keutuhan NKRI.
Menurutnya, di era transformasi digital saat ini, peran pemuda menjadi sangat strategis sebagai motor perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi bangsa.
“Kita harus mampu mengambil teladan dari generasi sebelumnya, lalu mentransformasikannya sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang. Pemuda harus berpikir solutif dan adaptif,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas kader, memperkokoh komitmen kebangsaan, serta meneguhkan peran organisasi dalam menjaga masyarakat dan membangun masa depan generasi muda di Kabupaten Pemalang.
[SA.1***]














