RN, Pemalang Jateng – Peringatan Hari Pers Nasional [HPN] 2026 di Kabupaten Pemalang berlangsung khidmat, menyusul terjadinya beberapa bencana alam di daerah itu.
Perihal tersebut, dikatakan Wakil Bupati Pemalang Nurkholes pada acara Sarasehan dan Apresiasi Budaya Pentas Wayang Dalang Cilik dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional [HPN] dan Hari Ulang Tahun [HUT] Persatuan Wartawan Indonesia [PWI] ke-80 di Gedung Sasana Bhakti Praja, Senin [16\2\2026].
Dalam sambutannya, Wabup Nurkholes menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya hadir karena sejak pagi memantau sejumlah titik bencana, mulai dari jembatan roboh di Kecamatan Bodeh, banjir di Comal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alam benar-benar sedang menguji kita semua. Namun di tengah kondisi ini, saya mengapresiasi Hari Pers Nasional tetap diperingati dengan kesederhanaan dan penuh makna, apalagi dikemas dengan budaya lokal berupa pagelaran wayang kulit,” tuturnya.
Ia juga menegaskan, bahwa selama satu tahun kepemimpinan bersama Bupati Pemalang, peran pers sangat penting dalam menjaga arus informasi di daerah.
Menurut Nurkholes, berbagai tagline dan prioritas pembangunan Pemalang banyak mendapat masukan dari insan pers.
“Alhamdulillah selama satu tahun ini tidak ada berita hoaks yang merusak, justru teman-teman pers banyak membantu kami. Pers benar-benar memegang kendali informasi di Kabupaten Pemalang,” tandasnya.
Nurkholes juga memaparkan bahwa di tahun 2025, Pemkab Pemalang mengalokasikan anggaran cukup besar untuk pembangunan infrastruktur jalan. Anggaran yang semula sekitar Rp90 miliar ditingkatkan menjadi hampir Rp160 miliar untuk mewujudkan Program Jalan Halus Merata.
Beberapa ruas jalan telah diperbaiki dan mendapat respons positif dari masyarakat. Meski demikian, bencana alam juga menyebabkan kerusakan, salah satunya diwilayah Watukumpul yang mengalami longsor setelah dilakukan pengecoran. Perbaikan darurat tengah dilakukan agar dapat dilalui saat Lebaran.
Selain itu, Pemkab Pemalang juga membangun kawasan city walk sebagai bagian dari upaya membentuk citra perubahan wajah kota dan peningkatan kualitas ruang publik.
Disisi lain, Ketua PWI Pemalang Ali Basarah dalam laporannya menyampaikan bahwa tema Hari Pers Nasional 2026 adalah “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat dengan Bangsa Kuat.” Tema ini sejalan dengan harapan Presiden RI agar pers ikut mendorong penguatan ekonomi nasional.
Ia juga mengingatkan bahwa Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Februari memiliki sejarah panjang sejak tahun 1946, saat para jurnalis Indonesia membentuk organisasi Persatuan Wartawan Indonesia [PWI].
“Peringatan Hari Pers tidak bisa dilepaskan dari sejarah PWI. Jadi tidak perlu ada sikap skeptis, karena kita semua bekerja di dunia jurnalistik yang sama,” pungkasnya.
Sebagai penanda dimulainya pagelaran wayang kulit, Wakil Bupati Nurkholes didampingi Kadiskominfo Pemalang Dian Ika Siswanti, menyerahkan tokoh wayang Bima kepada dalang cilik Ki Narendra Hang EsHan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua KPU Pemalang Agus Setiyanto, Ketua PWI Pemalang Ali Basarah, serta Wakil Ketua PWI Pemalang Agus Pratikno, bersama para insan pers dan tamu undangan lainnya.
[SA.1]

















