Imam SBY Kritisi Seremoni Hari Peduli Sampah Yang di Selenggarakan Pemkab Pemalang

- Redaktur

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

RN, Pemalang Jateng – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang kembali dipenuhi agenda seremoni patut dikritisi secara keras. Membersihkan sampah satu hari di ruang publik tidak serta-merta menyelesaikan krisis sampah struktural yang dihadapi masyarakat setiap hari. Ini mencerminkan kegagalan keberanian kebijakan, bukan keberhasilan kepedulian.

Baca Juga:  DPRD dan Wabup Pemalang Kunjungi Komdigi

Sebagai praktisi hukum, saya menegaskan, negara tidak boleh berhenti pada simbol. Undang-undang mewajibkan pemerintah menjalankan pengurangan dan penanganan sampah secara sistemik dan berkelanjutan, mulai dari pembatasan di sumber, pemilahan, pengolahan, hingga penegakan sanksi. Seremoni tanpa peta jalan, target terukur, dan akuntabilitas anggaran adalah kepedulian semu,” Tegas pemilik Firma Hukum Putra Pratama Sakti, kamis [19\02\26].

Baca Juga:  Pemkot Bandung Diduga Cawe-Cawe Terkait Anggaran Pengadaan Insinerator Sampah

Lebih lanjut, pendekatan seremonial yang berulang mengabaikan hak konstitusional warga atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Ketika sungai masih tercemar dan TPA kian overload, maka yang dipertontonkan bukan solusi, melainkan normalisasi pembiaran.

“Sikap tegas saya, hentikan ritual tahunan yang tidak berdampak. Alihkan anggaran ke kerja nyata, seperti, fasilitas pemilahan, bank sampah, teknologi pengolahan, dan penegakan hukum. Jika tidak, maka Hari Peduli Sampah hanyalah panggung, sementara masalahnya dibiarkan hidup,” Tandasnya.

Oleh: Dr. Imam Subiyanto, SH.MH.CPM  [Praktisi Hukum]

Berita Terkait

PMPRI Geruduk Kejagung RI dan KPK di Jakarta
KPK dan BPKP Diminta Usut Tuntas Dugaan Mark-Up Gembok Ditjen PAS Senilai Rp.92 Miliar, PMPRI: Kami akan kawal masalah ini hingga tuntas
PMPRI Kembali Soroti Pengadaan di BGN: “Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer??”
Ponco Tani Hadir Untuk Petani Modern di Pemalang
Patut Diduga Telah Terjadi KKN, LSM PMPRI Asahan Demo Depan Kantor RH PTPN IV Regional II Medan
Diduga Lelang Lahan di Bandung Terjadi Kongkalikong, Objek Senilai 9,1 Miliar Dijual 2,6 Miliar
Perkara Gugur Demi Hukum, Ketum PMPRI Apresiasi Kepastian Hukum Bagi Wakil Walikota dan Anggota DPRD Bandung
Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tanah Kembali Gelar Aksi Unjuk Rasa, Kawal Sidang di PN Cianjur: Dukung Polda Jabar Bongkar Skandal Dugaan Sertifikat Ilegal senilai Rp.200 Miliar
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:52 WIB

PMPRI Geruduk Kejagung RI dan KPK di Jakarta

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:36 WIB

Ketum PMPRI Minta Para Pemimpin Kota Bandung Jaga Keharmonisan, Agar Suhu Politik Tidak Semakin Memanas

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:19 WIB

Viral…!! Dua Pemuda Digrebek Warga, Diduga Mengedarkan Obat Terlarang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:55 WIB

Patut Diduga Telah Terjadi KKN, LSM PMPRI Asahan Demo Depan Kantor RH PTPN IV Regional II Medan

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:03 WIB

Diduga Lelang Lahan di Bandung Terjadi Kongkalikong, Objek Senilai 9,1 Miliar Dijual 2,6 Miliar

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:00 WIB

Tanam Ribuan Mangrove di Pemalang, Dalam Rangka Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:18 WIB

Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tanah Kembali Gelar Aksi Unjuk Rasa, Kawal Sidang di PN Cianjur: Dukung Polda Jabar Bongkar Skandal Dugaan Sertifikat Ilegal senilai Rp.200 Miliar

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:44 WIB

Gawatt…!! LSM PMPR Geruduk Pemkot Bandung, Terjadi Aksi Gorok Babi Hutan

Berita Terbaru

AKSI

PMPRI Geruduk Kejagung RI dan KPK di Jakarta

Jumat, 10 Jul 2026 - 07:52 WIB

Liputan Khusus

Memahami Putusan Terhadap Nadiem Makarim Secara Sederhana

Jumat, 10 Jul 2026 - 06:46 WIB