RN, Pemalang Jateng — Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama Wakil Bupati Nurkholes mengikuti kegiatan High Level Meeting [HLM] Tim Pengendalian Inflasi Daerah [TPID] Kabupaten Pemalang di Gedung Sasana Bakti Praja, Senin [16\3\2026].
Kegiatan HLM TPID tersebut digelar sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Pemalang, untuk memperkuat kesiapan pengendalian inflasi serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M.
Dalam arahannya, Bupati Anom Widiyantoro menyampaikan, bahwa kegiatan HLM TPID merupakan agenda rutin pemerintah daerah. Namun demikian, menurutnya pengendalian inflasi dan pengamanan ketersediaan bahan pokok bukanlah tugas yang ringan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini kegiatan yang selalu rutin kita lakukan, tetapi bukan tugas yang ringan. Pengamanan sembako menjadi sangat penting, baik dari sisi ketersediaan maupun keterjangkauannya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, bahwa tantangan pengendalian inflasi saat ini tidak hanya dipengaruhi kondisi nasional, tetapi juga situasi geopolitik global yang turut berdampak hingga ke daerah.
“Di tengah kondisi saat ini, tidak hanya kondisi nasional, tetapi juga kondisi geopolitik yang berimbas sampai ke daerah. Ini menuntut kita semua untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat,” tukas Anom.
Bupati juga mengungkapkan, bahwa berdasarkan data yang ada, tingkat inflasi pada awal tahun 2026 di Kabupaten Pemalang tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak.
“Ini memerlukan kerja sama, kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pemalang dengan instansi vertikal terkait. Hal ini tidak bisa ditawar lagi dan menjadi tugas kita semua sebagai pelayan masyarakat untuk melaksanakannya dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemalang Agung Eko Widodo, dalam laporannya menyampaikan, bahwa kegiatan HLM TPID bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam memberikan informasi pasar serta menjaga keseimbangan antara ketersediaan, distribusi, dan kebutuhan bahan pokok penting masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan memastikan kelancaran transportasi masyarakat serta menjaga stabilitas inflasi di Kabupaten Pemalang menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
“Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta situasi yang kondusif, aman dan tertib selama bulan Ramadan dan Idulfitri, serta terjalinnya koordinasi antar instansi dalam menyusun strategi pengendalian inflasi di Kabupaten Pemalang,” bebernya.
Beberapa narasumber dalam kegiatan High Level Meeting [HLM] Tim Pengendalian Inflasi Daerah [TPID] Kabupaten Pemalang antara lain, Kepala Kejaksaan Negeri Pemalang, Rina Idawani, dengan materi penguatan pengawasan hukum terhadap bahan pokok dan barang penting [bapokting].
Kasdim 0711/Pemalang Mayor Kav Agus Solichin memaparkan peran TNI dalam mendukung stabilitas wilayah, pengamanan negara serta kelancaran distribusi logistik menjelang Idulfitri 2026. Sementara itu Kabag SDM Polres Pemalang AKP Argimas Megandini, memaparkan strategi kesiapan Satgas Polri dalam pengamanan kamtibmas serta kelancaran distribusi menjelang arus mudik Lebaran.
Selain itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bimala menyampaikan strategi pengendalian inflasi, SPM Pertamina Tegal Reva Fitri memaparkan kecukupan BBM dan elpiji bersubsidi 3 kilogram, Bulog Tegal melalui Wijaya menyampaikan kondisi ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Pemalang, serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Pemalang Rosi Kartika Dewi yang memaparkan perkembangan harga serta stok barang kebutuhan pokok di daerah tersebut.
[Red***]


















