Gubernur Jateng dan KPK Bantah Pernyataan Bupati Pekalongan, Soal OTT 

- Redaktur

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RN, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kaget, saat namanya disebut-sebut Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Fadia menyebut bahwa saat OTT KPK, dirinya sedang bersama Gubernur Jawa Tengah.

Pernyataan Fadia itu tegas dibantah oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Hal itu diperkuat pernyataan KPK melalui Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu saat konferensi pers bersama wartawan.

Ahmad Luthfi menuturkan dirinya baru mendengar Fadia terkena OTT KPK dari berita pada Selasa pagi. “Saya malah baru tahunya pas Selasa Pagi dari media,” ungkap Ahmad Luthfi, Rabu [4\03\2026].

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika Gubernur ditanya, perihal kata-kata Fadia yang menyatakan pada Senin [3\2\2026] malam datang di kediaman Ahmad Luthfi, ia membenarkan. Namun, ia menegaskan bahwa pertemuan itu tak hanya mereka berdua melainkan ada sejumlah pejabat, diantaranya Bupati Tegal dan Wakil Bupati Purbalingga.

Baca Juga:  Dekranasda Bantul Kunker Ke Pemalang

Mereka membahas progres Program Makan Bergizi Gratis [MBG] di wilayah masing-masing, jelang rakor MBG di Pemprov Jateng pada Selasa siang, 3 Maret 2026. Pada rakor MBG di Pemprov Jateng itu diketahui, di pimpin Menko Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri Mendikdasmen, Menteri PPPA, hingga Kepala BGN.

Pada Senin malam, lanjut Ahmad Luthfi, Fadia juga menyampaikan izin jika tidak bisa mengikuti Rakor MBG di Pemprov Jateng tersebut.

“Senin malam itu saya ada acara buka bersama teman-teman Ansor. Setelah itu Bupati Pekalongan, Bupati Tegal, dan Wakil Bupati Purbalingga laporan progres MBG. Kemudian Bu Fadia minta izin ndak bisa ikut rakor pada hari Selasa bersama Pak Menteri. Setelah selesai, masing-masing pulang,” papar Ahmad Luthfi.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh bupati dan wali kota. Apalagi Pemprov Jateng telah bekerjasama dengan KPK untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. Pemprov Jateng bekerjasama dengan Korsupgah KPK memberikan pengarahan pada kepala daerah hingga anggota DPRD.

Baca Juga:  Dihimbau Agar Tertib Berlalu Lintas Saat Berada di Kawasan City Walk

Tak hanya itu, saat peringatan Hari Korupsi Dunia, mereka juga telah diperingatkan jangan sampai melakukan penyimpangan anggaran apalagi sampai main proyek yang merugikan pembangunan daerah. Tindakan preemtif juga dilakukan, lantaran kejadian itu bisa jadi bermula dari adanya kesempatan dan niat yang tidak baik.

Gubernur menegaskan, bahwa kejadian ini adalah pembelajaran bagi semua kepala daerah, termasuk ASN untuk terus menciptakan pemerintahan yang bersih dan baik. Paling penting lagi, tak boleh melanggar hukum. Pejabat publik, tegasnya, harus menjadi suri tauladan karena menurutnya “ikan busuk itu berawal dari kepalanya”. Sebagai kepala daerah, wajib memberikan contoh yang baik.

Baca Juga:  Bupati Apresiasi Hasil Panen Raya Di Pegundan

Ia juga berpesan, kepala daerah tak boleh bergaya hidup hedon dan flexing harta maupun aset yang dimiliki. “Harus jadi contoh yang baik, Dengan cara apa? Ya birokrasi yang sehat, bersih dan sesuai rule of law,” pungkasnya.

Sementara itu, saat jumpa pers, KPK membantah anggapan Bupati Fadia tertangkap bersama Gubernur Jateng. “Selama kami di Posko, tidak ada informasi itu. Di posko itu kami komunikasi terus dengan petugas yang di lapangan,” ungkap Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu.

Sebelumnya, beredar pernyataan Bupati Arafiq, setelah tertangkap KPK, bahwa saat itu ia sedang bersama Gubernur Ahmad Luthfi. Banyak kalangan yang menafsirkan, Fadia ditangkap saat bersama Ahmad Luthfi. Pernyataan KPK dan Gubernur ini sekaligus membantah pernyataan Fadia.

[SA.1]

Berita Terkait

Koramil 02 Taman Pantau SPPG Asemdoyong 01, Dorong MBG Berjalan Sehat dan Ramah Lingkungan
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang, Pemalang Hadir Sebagai Peserta
Kolaborasi BPD, Satlinmas Dengan Pemerintah Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas
SPPG 002 Beji Berikan Klarifikasi, Sistem IPAL Disebut Memiliki Lima Tahap Pengolahan.
Bupati Pekalongan Bertemu Dengan Plt.Bupati Pemalang, Dalam Rangka ETK
Festival Grebeg 1000 Kemeja
Suasana Sepi, Mahalul Fahmi Tetap Maju Pilkades Karangbrai: Tampak Tak Bergairah Saat Daftar Kembali
Target Produksi Padi Jawa Tengah Sebesar 10,5 juta ton Pada 2026, Saat Ini Sudah Mencapai 6,69 Juta Ton, Pemalang Diharapkan Ambil Peran Jadi Penyangga Pangan
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:17 WIB

HUT SMPN 2 Warungpring ke-23, Diwarnai Dengan Dugaan Jual Beli Kupon Berhadiah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT RI ke-81 di Ponpes Habib Muksin, Dimeriahkan Drumband SMK Islam Serta Serta Kesenian Lesung Khas Randudongkal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Semarak Hari Praja Muda Karana ke-65 di Pemalang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Cegah Terjadinya Kasus Perundungan, Area Blind Spot Sekolah Akan Dipantau Oleh CCTV

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:19 WIB

Goes To School, Satpol PP dan Kominfo Bekali Pelajar Wawasan Kebangsaan dan Bahaya Narkoba

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:13 WIB

SPMB di Pemalang Dijamin Bersih dan Sesuai Regulasi Nasional

Senin, 25 Mei 2026 - 17:57 WIB

516 Kepala Sekolah Terima SK

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:37 WIB

Tagana Masuk Sekolah, Para Pelajar Ikut Pelatihan Kampung Siaga Bencana

Berita Terbaru