Ketika Viral Soal MBG, Guru, Ortu Siswa, Wartawan dan Aktivis LSM: Kenapa Seolah Disalahkan ??

- Redaktur

Kamis, 17 September 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RN, Bandung – Di atas kertas, deretan piring aluminium berisi makan siang tersusun rapi, menjanjikan gizi bagi anak-anak bangsa. Namun di lapangan, aroma yang menguar dari program Makan Bergizi Gratis [MBG] kerap kali menyisakan kecemasan.

Alih-alih melakukan introspeksi mendalam atas carut marut pelaksanaan program, Kepala Badan Gizi Nasional [BGN], Sudaryono, justru melempar pernyataan yang memantik bara. Dalam sebuah rekaman rapat yang belakangan viral, ia berdalih bahwa program MBG secara struktural tidak bermasalah. Polemik yang terlanjur membesar di ruang publik, menurutnya, justru digerakkan oleh faktor ideologis-politis yang disulut oleh para guru, orang tua siswa, wartawan, hingga lembaga swadaya masyarakat.

Pernyataan ini kontan menuai reaksi keras dari berbagai kalangan. Pengamat kebijakan publik, akademisi, hingga para penggiat sosial menilai narasi tersebut sebagai bentuk pengingkaran realitas yang memperkeruh eskalasi konflik di tengah masyarakat.

Menanggapi dugaan sikap lempar batu sembunyi tangan tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia [LSM PMPRI], Rohimat yang akrab disapa Kang Joker, melayangkan kritik pedas bernada satir dengan gaya bahasa jalanan yang lugas dan blak-blakan. Sebagai figur aktivis yang kerap vokal menyoroti kebijakan publik, ia menilai menyalahkan guru dan orang tua murid adalah puncak dari ketidakpekaan pejabat negara terhadap perut anak-anak yang terancam.

“Bongkar, jangan asal ngomong program aman sentosa dari balik meja empuk ber AC !! Coba turun ke bawah, lihat langsung realitanya. Guru-guru di sekolah itu ketar-ketir setiap kali kotak makanan dibuka karena takut anak didiknya tumbang keracunan. Kok tega-teganya, yang siaga di garda depan malah dituduh main politik?? Kalau makanan itu bersih dan bermutu, mustahil orang tua berteriak ngamuk, dan mustahil ribuan dapur ditutup!,” tegas Ketum PMPRI.

Baca Juga:  Pengukuhan Ketum Linduaji Eric Agus Susanto, Dihadiri Belasan Ribu Anggota Se-Jateng di Taman Borobudur

Kang Joker juga menyoroti bagaimana logika birokrasi kerap terbalik, di mana alih-alih membenahi sistem dapur dan rantai pasok yang amburadul, pihak berwenang justru sibuk mencari kambing hitam di luar lingkaran kekuasaan demi cuci tangan.

Narasi bahwa MBG baik-baik saja, runtuh seketika jika dihadapkan pada rentetan fakta di lapangan. Berbagai catatan insiden membuktikan bahwa persoalan teknis, higienitas, hingga tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi berada dalam kondisi darurat.

Sejumlah wilayah sempat diguncang kasus gawat darurat ketika puluhan hingga ratusan siswa terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan, diduga akibat mengalami gejala keracunan pasca menyantap menu MBG, yang penanganannya di lapangan sering kali terkesan lamban dan defensif. Ironisnya, di tengah klaim program tanpa cela, BGN sendiri sejatinya telah mengambil langkah darurat dengan menangguhkan hingga menutup hampir dua ribu dapur penyedia makanan lantaran terbukti tidak memenuhi standar kelayakan higienitas atau belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.

Baca Juga:  Sebuah Rekontruksi Kasus Serta Penyikapan Kredibel di Era 4.0

Selain masalah kesehatan, beban moral yang berat juga dilemparkan kepada para guru di sekolah untuk mencicipi dan memastikan makanan tersebut aman secara mandiri tanpa infrastruktur pengawasan yang memadai.

Kritik tajam yang dilayangkan oleh beberapa pihak, Pers, aktivis LSM, dan masyarakat sipil bukanlah manifestasi dari sentimen politik atau desas-desus ideologis, melainkan sebuah alarm darurat atas keselamatan generasi penerus bangsa.

Ketika dapur-dapur penyedia makanan massal beroperasi tanpa standar higienitas yang ketat, dan pejabat publik lebih memilih menyalahkan pembawa pesan daripada memperbaiki sistem, maka yang dipertaruhkan bukan lagi sekadar citra sebuah program pemerintah, melainkan nyawa anak-anak di ruang-ruang kelas Indonesia.

[RJ***]

Berita Terkait

Pengukuhan Ketum Linduaji Eric Agus Susanto, Dihadiri Belasan Ribu Anggota Se-Jateng di Taman Borobudur
Ratusan Kendaraan Dinas KBB Pajak Off, Kang Joker: “Rakyat Dikejar-kejar Razia, Pejabatnya Menerobos Aturan!!”
Jelang HUT ke-13 LSM PMPR Indonesia, Dadan Nugraha, S.H: Meneguhkan Esensi Gerakan Sosial dan Integritas Kebijakan Publik
LSM PMPRI Mengecam Terbengkalainya Puluhan Aset Kendaraan Dinas, Terutama Mobil Ambulans Pemkab Bandung Barat
Joker Soroti Raperda Holding BUMN Jabar Senilai 500 Milliar
GRIB Jaya PAC Warungpring Meriahkan HUT RI ke-81
LSM PMPRI Maluku sebut, Bupati Asri Arman Telah Lepas PT.Rosari Konsultan, Jauh Sebelum Jadi Anggota DPRD 2009
PMPRI Soroti dan Desak APH Untuk Audit Investigatif Penggunaan Dana Feeder Bandung Raya Rp7,2 Miliar
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 20:26 WIB

Kasus MBG, Laporkan Jangan Takut !! Sudaryono: “Kami siap lindungi identitas anda. Jangan tunggu viral baru bergerak”

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:27 WIB

Jangan Lengah… !!! Pengalihan Perkara Tersangka Febri Adriansyah Adalah Sebuah Kekeliruan Hukum Yang Harus Diluruskan

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:46 WIB

Memahami Putusan Terhadap Nadiem Makarim Secara Sederhana

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:13 WIB

Polres Bersama Hakim PN Pulang Pisau Peringati Hari Bhayangkara Ke-80

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:17 WIB

Kades Warungpring Bersitegang Dengan Warganya, Hanya Gegara Surat Girik

Senin, 25 Mei 2026 - 16:33 WIB

Ssstt… Bupati Kembali Tegaskan Agar Semua OPD Respon Cepat dan Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD Pemalang

Kamis, 16 April 2026 - 17:52 WIB

Majelis Hakim PN Pulang Pisau Vonis Pelaku Penyimpan Sabu 6 Tahun Penjara

Selasa, 14 April 2026 - 14:47 WIB

Takut Diketahui Calon Suami, Wanita Ini Diduga Nekat Lakukan Aborsi

Berita Terbaru