RN, Pemalang Jateng – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis [MBG] tidak hanya membutuhkan dapur yang mampu menyediakan makanan dalam jumlah besar, tetapi juga membutuhkan pengelolaan yang bersih, sehat, tertib dan tetap memperhatikan lingkungan.
Hal tersebut menjadi bagian dari monitoring yang dilakukan Koramil 02 Taman di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 01 Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Selasa (15/9/2026).
SPPG 01 Asemdoyong berada di bawah naungan Yayasan Al-Barokah dan telah menjalankan pelayanan MBG selama kurang lebih sembilan bulan. Jumlah penerima manfaat yang dilayani mencapai sekitar 3.000 porsi lebih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam monitoring tersebut, Danramil 02/Taman Kapten Cke M. Makhmudin didampingi Babinsa Taman Didi Purwanto serta sejumlah anggota lainnya. Rombongan Koramil diterima langsung oleh Kepala SPPG Asemdoyong 01, Bayu, bersama pihak yayasan, Ibu Ida.
Monitoring dilakukan dengan melihat secara langsung kondisi dan aktivitas di dapur SPPG, termasuk lokasi produksi serta tempat memasak makanan.
Saat melihat kondisi ruang produksi, Kapten Cke M. Makhmudin memberikan penilaian positif.
“Bagus,” ujar Kapten Makhmudin.
Kepala SPPG Bayu kemudian menyampaikan terima kasih atas perhatian dan monitoring yang dilakukan Koramil.
“Terima kasih, Pak. Kami akan selalu melakukan perbaikan dan berusaha menjaga agar pelayanan di dapur ini tetap berjalan dengan baik,” jawab Bayu.
Selain melihat area produksi, rombongan juga meninjau sistem pengelolaan air limbah atau IPAL yang berada di lingkungan SPPG.
Berdasarkan penjelasan pihak pengelola, sistem pengolahan air limbah menggunakan sistem biopal. Air hasil pengolahan kemudian ditampung di area yang telah disiapkan di sekitar lokasi.
Tampungan tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele. Sementara itu, melihat kondisi lahan di sekitar SPPG yang masih cukup luas, pihak pengelola juga memiliki rencana untuk memanfaatkan sebagian lahan tersebut sebagai area penanaman sayuran.
Pemanfaatan lahan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam menciptakan lingkungan SPPG yang lebih produktif dan tertata. Selain memperhatikan fungsi dapur sebagai tempat penyedia makanan bergizi, lahan yang tersedia juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan produktif yang mendukung lingkungan sekitar.
Meski demikian, pemanfaatan air hasil pengolahan IPAL untuk budidaya ikan maupun kegiatan pertanian tetap harus memperhatikan kualitas air dan ketentuan lingkungan yang berlaku. Dengan demikian, setiap bentuk pemanfaatan dapat dilakukan secara aman, tepat dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Bagi SPPG dengan jumlah penerima manfaat mencapai ribuan orang, pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Kapasitas pelayanan yang besar harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kebersihan, sanitasi, keamanan pangan dan pengelolaan limbah.
Di sisi lain, monitoring lapangan juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi antara aparat, pengelola SPPG dan pihak yayasan. Pengawasan bukan semata-mata untuk mencari kekurangan, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan program yang menyangkut kebutuhan masyarakat luas dapat terus berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Kapten Cke M. Makhmudin juga menyampaikan bahwa monitoring dilakukan tidak hanya di SPPG Asemdoyong 01.
“Kami juga monitoring dapur SPPG 01 Beji, Taman,” ungkapnya.
Monitoring secara berkala diharapkan dapat mendorong setiap pengelola SPPG untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan. Sebab, keberhasilan program MBG bukan hanya diukur dari berapa banyak makanan yang berhasil disalurkan, tetapi juga dari bagaimana seluruh prosesnya dilakukan secara bersih, aman, sehat dan bertanggung jawab.
Pada akhirnya, dapur SPPG bukan sekadar tempat memasak dan mendistribusikan makanan. Ia juga menjadi bagian dari lingkungan masyarakat yang harus dijaga bersama.
Memberikan makanan bergizi adalah tujuan utama, tetapi menjaga kebersihan, kesehatan dan lingkungan adalah tanggung jawab yang tidak kalah penting.
[F***]














