RN, Pemalang Jateng – Pengelolaan air limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi [SPPG] Beji 002, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, di bawah naungan Yayasan Kelud Insan Mandiri, menjadi sorotan.
Kali ini bukan terkait makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat, melainkan dugaan aliran air limbah dari aktivitas dapur yang mengarah ke saluran di belakang SPPG dan diduga terhubung dengan saluran pengairan lahan pertanian masyarakat.
SPPG Beji 002 disebut telah beroperasi sekitar delapan bulan, dengan kapasitas sekitar 1.600 porsi penerima manfaat. Bangunan yang digunakan sebagai dapur SPPG sebelumnya disebut merupakan Rismil milik Pak Tamid dan kemudian disewa untuk kegiatan operasional SPPG.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Jumat, 4 September 2026, RotasiNews.com mendatangi lokasi untuk melakukan konfirmasi. Kepala SPPG Hang Izzad disebut sudah pulang. Awak media kemudian ditemui petugas keamanan, Aslap SPPG Arjun, dan PIC Alfad.
Saat ditanya mengenai pengelolaan limbah, Alfad menyampaikan bahwa SPPG telah memiliki IPAL dengan lima kotak penyaringan, sebelum air dialirkan menuju saluran di belakang dapur.
Namun, hasil pengamatan di lapangan memunculkan sejumlah pertanyaan. Pada bagian belakang lokasi terlihat sistem penangkap lemak atau grease trap, sementara sistem pengolahan lanjutan belum terlihat secara jelas. Aliran air dari area tersebut juga diduga mengarah ke saluran yang berada di sekitar lahan pertanian.
PETANI TUNJUKKAN GUMPALAN DIDUGA MINYAK
Seorang petani yang berada di sekitar saluran saat ditanya mengenai kondisi air menunjukkan adanya gumpalan yang secara kasatmata diduga berupa minyak atau lemak.
Temuan tersebut tentu belum dapat disebut sebagai pencemaran karena membutuhkan pemeriksaan teknis dan pengujian laboratorium. Namun, kondisi tersebut dinilai cukup menjadi alasan bagi instansi berwenang untuk turun langsung melakukan pengecekan.
Pertanyaannya, jika saluran tersebut memang digunakan untuk mengairi sawah, bagaimana kualitas air yang masuk ke lahan pertanian?
SUDAH 8 BULAN OPERASI, SUDAHKAH UJI LIMBAH KEMBALI??
Keberadaan IPAL seharusnya tidak hanya dilihat dari ada atau tidaknya bak penyaringan. Yang lebih penting adalah memastikan IPAL benar-benar berfungsi dan air keluarannya memenuhi baku mutu sebelum dilepas ke lingkungan.
Informasi yang diterima awak media menyebutkan, pengujian baku mutu air limbah pernah dilakukan ketika SPPG mulai beroperasi. Namun setelah berjalan sekitar delapan bulan, muncul pertanyaan apakah pengujian kembali telah dilakukan secara berkala.
Di laboratorium mana sampel diperiksa?? Bagaimana hasil uji baku mutunya?? Apakah air dari outlet IPAL memenuhi ketentuan sebelum dialirkan ke saluran yang digunakan untuk pengairan sawah??
Hal inilah yang perlu dijawab dengan data dan hasil pemeriksaan, bukan sekadar pernyataan bahwa IPAL sudah tersedia.
BGN, DLH, KORCAM, KORWIL DAN SATGAS MBG DIMINTA TURUN
RotasiNews.com meminta BGN, DLH, Korcam, Korwil, Satgas MBG dan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap pengelolaan limbah SPPG Beji 002.
Pemeriksaan diharapkan tidak berhenti pada pengecekan keberadaan IPAL, tetapi juga melihat fungsi IPAL, outlet pembuangan, jalur aliran limbah, kondisi saluran penerima serta mengambil sampel air untuk dilakukan pengujian laboratorium.
Program Makan Bergizi Gratis tentu harus didukung. Namun dukungan terhadap program tersebut juga harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Masyarakat membutuhkan makanan bergizi, sementara petani membutuhkan air irigasi yang terjaga kualitasnya.
Karena itu, pemeriksaan secara terbuka dan berbasis hasil laboratorium penting dilakukan agar masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak muncul spekulasi.
RotasiNews.com membuka ruang klarifikasi, koreksi dan hak jawab kepada Yayasan Kelud Insan Mandiri, Kepala SPPG Beji 002, BGN, DLH maupun pihak terkait lainnya.
[Fahmi]














