RN, Pemalang Jateng – Warga Desa Warungpring menyambangi Balai Desa Warungpring, pada Kamis [4\2\2026]. Kedatangan warga, dipicu oleh informasi mengenai adanya pelaksanaan audit lapangan yang dilakukan oleh tim Inspektorat Kabupaten Pemalang di desa tersebut.
Kepala Desa Warungpring, M. Kharis Munawir, saat dikonfirmasi oleh awak media RotasiNews.com di ruang kerja perangkat kadus, membenarkan adanya kegiatan audit tersebut. Namun, ia menyebut kehadiran warga merupakan bentuk silaturahmi.
“Memang benar kami sedang ada audit dari Inspektorat, jadi semuanya sedang diperiksa. Terkait kedatangan warga ke balai desa, kami melihatnya sebagai bentuk silaturahmi dan perhatian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan desa,” ujar M. Kharis Munawir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski berlangsung tertib, kehadiran warga sempat menjadi pusat perhatian para perangkat desa lainnya. Dalam kesempatan tersebut, tokoh pemuda setempat, Sopi, melontarkan sejumlah pertanyaan kritis terkait pengelolaan anggaran desa yang tengah diaudit.
Fokus utama yang dipertanyakan warga meliputi kejelasan program Badan Usaha Milik Desa [BUMDes], khususnya unit usaha kebun durian. Warga meminta transparansi mengenai besaran anggaran yang dikucurkan serta tahun pencairan dana tersebut.
“Kami ingin menanyakan persoalan BUMDes terkait kebun durian, berapa anggarannya dan dicairkan tahun berapa. Selain itu, kami juga mempertanyakan data persoalan Rumah Tidak Layak Huni [RTLH], berapa sebenarnya jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan,” tandas Sopi di hadapan pihak pemerintah Desa Warungpring.
Namun demikian, hingga tengah hari, tim inspektorat belum hadir di kantor Desa Warungpring. Mengenai hal tersebut, Kharis menyampaikan kabar bahwa tim auditor inspektorat akan hadir kembali pada hari senin.
[SA.1\RDW]














