GINANJAR [kiri,baju hitam] dan SYAFI’I [kanan, kaos oblong]. [Foto: SA.1]
RN, Pemalang Jateng – Pihak Yayasan “Masyarakat Wira Usaha Jaya” melalui Syafi’i selaku perwakilan dan kepala SPPG [Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi] “Brayan Muluk”, Ginanjar. Menyampaikan, bahwa yang terjadi beberapa waktu lalu, itu bukan belatung tetapi adalah telur lalat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Syafi’i dan Ginanjar, senada mengatakan bahwa kejadian viral di SMA Negeri 1 Belik, yang didalam video, salah satu siswa menyebutkan ada belatung dalam makanan atau lauk berupa tempe bacem, ditegaskan itu bukan belatung melainkan telur lalat.
“Kalau saya amati itu bukan belatung tapi telur lalat,” ungkap Syafi’i kepada RotasiNews.com, diruang kerjanya, pada Sabtu [29\08\2026].
Kemudian, ditegaskan lagi oleh Ginanjar, bahwa itu memang benar-benar telur lalat. “Dari sekian ratus ompreng, itu hanya terdapat satu, dan itupun telur lalat sebetulnya,” beber Ginanjar, menegaskan.
Beruntung, kejadian tersebut segera diketahui dan tidak sampai termakan oleh siswa penerima manfaat. Karena jika termakan, dikhawatirkan akan terjadi keracunan, yang disebabkan oleh bakteri berbahaya, seperti Salmonella dan E.coli.
Untuk dapat diketahui, SPPG “Brayan Muluk” yang berlokasi di Desa Gunung Tiga Kecamatan Belik, yang bekerjasama dengan Yayasan “Masyarakat Wira Usaha Jaya” yang berkantor pusat di Yogyakarta, setiap harinya melayani sekitar tiga ribuan paket, dan untuk SMA Negeri 1 Belik sekitar 970 penerima manfaat, yang 45 untuk tenaga pendidik, disekolah tersebut.
Namun demikian, kejadian tersebut ada pihak-pihak yang diduga telah lalai. Dalam kasus semacam ini pada program MBG [Makan Bergizi Gratis] pihak-pihak yang berwenang harus bertindak, jangan sampai ada pembiaran.
[SA.1***]














