RN, Pemalang Jateng – Salah satu konsumen SPBU 44.523.11, yang berlokasi di Randudongkal, mengeluhkan dan kecewa dengan seringnya terjadi gagal beli BBM [Bahan Bakar Minyak] jenis pertalite.
Pasalnya, konsumen yang kecewa dengan pelayanan SPBU tersebut, mengungkapkan, bahwa tidak hanya sekali dia mengalami barcode error yang akhirnya gagal beli pertalite.
“Ya memang kami selaku konsumen dari SPBU itu merasa dirugikan, karena sudah ngantri lama itukan mau ngisi [pertalite] alasannya error, sedangkan BBM nya sudah mepet sudah mau habis, harusnya ada kebijaksanaan lah,” sergah BR, dengan nada kecewa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, BR mengungkapkan bahwa dirinya benar-benar sangat kecewa, karena hingga beberapa kali dia mengalami hal serupa.
“Paling ngisi cuma lima puluh ribu, itukan saklek itu, harus pakai barcode. Harusnya ada kebijaksanaan lah, udah ngantri jauh-jauh kok, apalagi mobilnya coax [pick up],” tandasnya.
BR, yang saat itu mengendarai mobil jenis bak terbuka [pick up], tidak mau menunggu di SPBU hingga 3 jam lamanya. Karena BR mengaku sedang banyak pekerjaan, yang harus segera diselesaikan.
Disisi lain, pihak SPBU, Hani Iksantoso selaku supervisor, sempat memberikan penjelasan terkait keluhan tersebut, kepada RotasiNews.com.
“Yang pertama itu dari jaringannya, karena saya pengguna, jaringan itukan punyanya provider, kalau jaringan terputus pada saat tablet membaca data dikirim berapa topologi jaringan data dikirim begitu dalam perjalanan terputus, otomatis kan datanya hilang, padahal sini sistem kan sedang membaca,” beber Iksan saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Minggu [07\06\2026].
“Terus yang kedua, keadaan dari peralatan, tablet itukan kalau banyak transaksi, istilahnya kalau memorinya penuh kadang sering heng kan, karena kebanyakan transaksi kebanyakan melayani konsumen, lah itukan kita nggak bisa tahu kapan ngeblengnya kapan nggak,” tambahnya.
Saat ditanya berapa lama konsumen harus menunggu ketika terjadi barcode error, Iksan menegaskan, cukup satu jam untuk normal kembali.
[SA.1***]














