Outing Class SMPN 4 Randudongkal, Diduga Jadi ‘Ajang Bisnis’ Para Oknum

- Redaktur

Rabu, 26 November 2025 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

RN, Pemalang Jateng – Pelaksanaan outing class oleh SMP Negeri 4 Randudongkal mendapat sorotan dari Asosiasi Pewarta Pers Indonesia [APPI] DPD Kabupaten Pemalang. Pasalnya, diduga ada keterlibatan secara sistematis dan masif, yang mengubah esensi pembelajaran luar kelas menjadi kegiatan bisnis yang memberatkan sebagian orang tua murid.

Dugaan ini muncul, setelah tim awak media RotasiNews.com mendapatkan pengaduan dari seorang wali murid yang tidak mau disebutkan identitasnya, hanya memberikan inisial [H].

“Awalnya kami di undang untuk menghadiri pertemuan orang tua wali murid, tapi pada saat pertemuan kami disodorkan pilihan tujuan outing class tanpa dijelaskan nominal biaya yang dibayarkan,” Ungkap H.

“Mengenai biaya outing class yang harus dibayar 885 ribu, per siswa, tempat tujuan Daerah Istimewa Yogyakarta. Memberatkan dan penunjukan biro perjalanan wisata [travel agent] tertentu secara sepihak oleh pihak sekolah, mengabaikan opsi yang lebih terjangkau atau transparan,” tambahnya.

RotasiNews.com, berusaha melakukan konfirmasi ke SMP Negeri 4 Randudongkal, yang saat itu ditemui oleh Wakil Kepala Sekolah, Warsono.

Baca Juga:  IMP Gelar Undip Fair 2026

Saat itu, Warsono sempat menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh wartawan. Namun ironisnya, sang wakil kepala sekolah tersebut tidak memberikan jawaban detail, terkait nominal pembayarannya, dia hanya memastikan bahwa semua sudah sesuai SOP [Standar Operasional Prosedur].

“Untuk pelaksaan outing class ke wilayah Yogyakarta, kalau untuk biaya pastinya saya tidak begitu paham yang pasti sudah sesuai SOP,” paparnya.

Dilain sisi, Satriyo, ketua APPI Pemalang, sangat menyayangkan terjadinya kegiatan yang diduga hanya bersifat bersenang-senang.

Baca Juga:  Peringati HAN 41, Pemalang Gelar Festival Bocah Dolanan

“Kami sempat mendapatkan informasi dari masyarakat. Hal semacam ini, jelas mencederai semangat pendidikan dan berpotensi menjadi timbul permasalahan,” tegas ketua APPI, Satriyo.

Masih kata ketua APPI Pemalang, dalam waktu dekat dirinya berencana akan mengajukan audiensi kedinas terkait.

“Dengan dasar undang-undang PERS dan Keterbukaan informasi publik, kita nanti akan mengajukan wawancara khusus kepada dinas pendidikan dan pihak-pihak terkait,” tandas Satriyo.

[ RDW ]

Berita Terkait

516 Kepala Sekolah Terima SK
Tagana Masuk Sekolah, Para Pelajar Ikut Pelatihan Kampung Siaga Bencana
Eks PG Sumberharjo Bakal Jadi Sekolah Rakyat
IMP Gelar Undip Fair 2026
Bunda PAUD Tekankan Pendidikan Karakter Sekaligus Rakor Kelompok Kerja
Tim Ombudsman RI Sambangi Pemalang 
Pemkab Pemalang Dapat Penghargaan Tingkat Nasional
Ratusan Siswa Sekolah Non Formal Ikuti Jambore Pendidikan Kesetaraan
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:37 WIB

Tagana Masuk Sekolah, Para Pelajar Ikut Pelatihan Kampung Siaga Bencana

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:45 WIB

Eks PG Sumberharjo Bakal Jadi Sekolah Rakyat

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:33 WIB

IMP Gelar Undip Fair 2026

Jumat, 5 Desember 2025 - 13:24 WIB

Bunda PAUD Tekankan Pendidikan Karakter Sekaligus Rakor Kelompok Kerja

Rabu, 26 November 2025 - 21:14 WIB

Outing Class SMPN 4 Randudongkal, Diduga Jadi ‘Ajang Bisnis’ Para Oknum

Selasa, 4 November 2025 - 16:04 WIB

Tim Ombudsman RI Sambangi Pemalang 

Senin, 6 Oktober 2025 - 19:58 WIB

Pemkab Pemalang Dapat Penghargaan Tingkat Nasional

Jumat, 19 September 2025 - 22:19 WIB

Ratusan Siswa Sekolah Non Formal Ikuti Jambore Pendidikan Kesetaraan

Berita Terbaru