RN, Medan – Patut diduga banyak melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme [KKN], puluhan massa dari Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia [PMPRI] Kabupaten Asahan menggeruduk Kantor PTPN IV Regional II Jalan Letjen Suprapto Medan.
Kedatangan puluhan massa PMPRI, bertujuan untuk mendesak Regional Head [RH] PTPN IV sebagai Unit Pelaksana Operasional untuk memeriksa terhadap salah satu vendor yang terindikasi mendapatkan 8 hingga 10 paket yang berada di Kebun Mandoge, Kebun Air Batu dan Kebun Tinjowan. Agar segera diperiksa karena dinilai terindikasi KKN dalam Pengunjukan Langsung [PL) di PTPN IV Regional II.
“Kami meminta dan mendesak PalmCO [Sub-Holding BUMN] yang di Jakarta Pusat. Agar tidak langsung melakukan pengkondisian vendor-vendor yang akan mengerjakan proyek replanting maupun penanaman pohon yang kami anggap terindikasi KKN dan gratifikasi,” terang Ketua DPC LSM PMPRI Asahan, Hendra Syahputra, S.P dalam orasinya di depan Kantor Region Head Medan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, kata Hendra Syahputra, SP, masih dalam orasinya, kami mendesak PalmCO Pusat, untuk membatalkan sistem pengnunjukan langsung proyek tahun 2026. Dan menjadikan kembali proyek tender PTPN IV Regional II menjadi sistem pengadaan dan tender [E-Procurement].
“Kami minta seluruh proses tender dan pengadaan proyek dibuka secara online melalui platform resmi PTPN IV. Demi lelang yang dilakukan secara transparan, dimana penyedia bersaing melalui penawaran harga dan pemenuhan spesifikasi teknis,” tandas Hendra, selasa [09\06\2026].
“Kami minta Kasubbag Ali Rabani untuk hadir menjelaskan kepala kami. Kalau menggunakan sistem PL. Tidak ada kesempatan bagi vendor baru untuk punya kesempatan mendapatkan pengalaman kerja di bidang tanaman ulang di PTPN IV,” sambung Korlap akan, Donny Alfan.
Setelah beberapa lama melakukan orasi secara bergantian di depan Kantor Region Head PTPN IV, akhirnya massa pendemo yang datang jauh -jauh dari Asahan, diterima oleh Humas RH PTPN IV, S.Tampubolon.
Dalam jawabannya, Tampubolon meminta pendemo untuk memberikan data-data perusahaan yang mengerjakan proyek yang di PL kan, dan juga vendor yang memiliki 8 hingga 10 paket.
“Jika ada data-data nama perusahaan vendor yang mengerjakan paket proyek PL 8 hingga 10 paket, mohon kawan kawan untuk menyerahkan ke kami, agar kami evaluasi,” sergah Tampubolon.
Setelah mendengar jawaban dari Humas RH PTPN IV Medan, massa dari DPC LSM PMPRI Asahan langsung membubarkan diri dengan pengawalan ketat dari polisi Polrestabes Medan.
[Hendri***]













