RN, Pemalang Jateng – Suasana Desa Susukan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, tampak berbeda pada Kamis Legi, 27 Agustus 2026. Ratusan simpatisan dan pendukung dari berbagai dusun di Desa Susukan berjalan bersama mengiringi Irfannudin menuju Balai Desa Susukan. Kedatangan tersebut menjadi bagian dari langkah Irfannudin untuk kembali mengikuti proses pencalonan sebagai bakal calon Kepala Desa Susukan tahun 2026.
Irfannudin bersama ratusan pendukungnya berjalan kaki dari kediamannya menuju Balai Desa Susukan. Rombongan datang dengan penuh semangat dan mendapat perhatian dari masyarakat yang berada di sepanjang perjalanan. Dukungan tersebut diketahui datang dari sejumlah dusun di wilayah Desa Susukan.
Setibanya di Balai Desa Susukan, Irfannudin kemudian menyerahkan berkas pendaftaran kepada Panitia Pilkades. Panitia menerima pendaftaran tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen serta persyaratan administrasi yang telah ditentukan sesuai ketentuan dan aturan Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen persyaratan, pendaftaran Irfannudin diterima oleh panitia untuk selanjutnya mengikuti tahapan proses Pilkades sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Irfannudin bukan merupakan sosok baru dalam pemerintahan Desa Susukan. Ia sebelumnya telah dua kali dipercaya masyarakat untuk menjabat sebagai Kepala Desa Susukan, yakni pada periode 2013–2018 dan kembali menjabat pada periode 2019–2024. Dengan adanya kebijakan perpanjangan masa jabatan kepala desa selama dua tahun, masa jabatannya kemudian berlanjut hingga tahun 2026.
Beberapa jam setelah proses pendaftaran selesai, Irfannudin bersama rombongan simpatisan kembali meninggalkan Balai Desa Susukan. Namun, perjalanan belum berakhir. Dengan berjalan kaki, rombongan kemudian melakukan long march mengelilingi wilayah Desa Susukan.
Long march tersebut menjadi cara Irfannudin bersama para pendukungnya untuk menyapa masyarakat secara langsung sekaligus memberikan informasi kepada warga yang mungkin belum mengetahui bahwa dirinya kembali mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Susukan tahun 2026.
Rombongan menyusuri sejumlah jalan dan wilayah desa. Di sepanjang perjalanan, mereka berinteraksi dan menyapa masyarakat yang ditemui. Bagi Irfannudin, momen tersebut bukan hanya tentang menunjukkan jumlah dukungan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali berada di tengah-tengah masyarakat.
Langkah kaki dari kediaman menuju balai desa, kemudian dilanjutkan dengan berjalan mengelilingi desa, menjadi bagian dari perjalanan panjang sebuah proses demokrasi di tingkat desa.
Meski demikian, pesta demokrasi hendaknya tidak hanya diukur dari banyaknya pendukung yang hadir. Lebih penting dari itu adalah bagaimana seluruh tahapan pencalonan dapat berjalan secara tertib, aman, jujur, dan tetap menghormati setiap pilihan masyarakat.
Perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Yang tidak boleh berbeda adalah semangat untuk menjaga persaudaraan dan membangun Desa Susukan bersama-sama.
Pilkades bukanlah akhir dari sebuah hubungan antarwarga. Setelah proses pemilihan selesai, seluruh masyarakat akan kembali hidup berdampingan sebagai tetangga, saudara, dan bagian dari satu desa yang sama.
Karena itu, siapa pun yang nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat, harapannya mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, membuka ruang komunikasi dengan seluruh warga, serta membawa Desa Susukan menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, aman, dan bermartabat.
Kamis Legi, 27 Agustus 2026, menjadi salah satu catatan dalam perjalanan demokrasi Desa Susukan. Irfannudin kembali melangkah, dari rumah menuju balai desa, kemudian menyapa masyarakat melalui long march. Sebuah langkah pencalonan yang pada akhirnya diharapkan bukan sekadar tentang siapa yang mendapatkan suara terbanyak, melainkan tentang bagaimana seluruh masyarakat tetap menjaga kebersamaan. Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai berbeda dalam menjaga persaudaraan. Sebab setelah pesta demokrasi usai, Susukan tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh warganya.
[FN***]














