Tim Drumband SMK ISLAM Randudongkal, [Foto: Istimewa]
RN, Pemalang Jateng — Suasana penuh keberkahan, semangat kebangsaan, dan kental dengan nuansa budaya luhur meliputi Pondok Pesantren Habib Muksin, yang bertempat di Dukuh Tegal Panjang, Desa Karangmoncol, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Pada tanggal 15 Agustus 2026, digelar peringatan akbar Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung sangat meriah, sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Acara dihadiri ribuan warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para alim ulama dari berbagai penjuru. Dengan mengusung tema, “Satukan Langkah dan Semangat Demi Mewujudkan Indonesia yang Adil, Makmur, dan Bermartabat”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
DRUMBAND SMK ISLAM RANDUDONGKAL TAMPIL SANGAT MERIAH & KOMPAK
Kegiatan semakin hidup dan berwarna dengan penampilan istimewa dari pasukan Drumband SMK Islam Randudongkal yang tampil sangat kompak, penuh semangat, dan memukau seluruh hadirin. Irama musik yang syahdu dan bergema semangat, diiringi gerakan barisan yang rapi, serempak, dan penuh kedisiplinan, membuat suasana menjadi semakin hidup dan penuh kegembiraan.
“Penampilan anak-anak SMK Islam ini benar-benar luar biasa! Sangat kompak, rapi, dan penuh semangat. Mereka membawa semangat keagamaan sekaligus semangat kemerdekaan yang luar biasa kuat. Semoga semakin berkah dan sukses,” tukas salah satu pengurus Pondok Pesantren Habib Muksin.
Suara alat musik yang harmonis dan gerakan yang serempak menjadi bukti kedisiplinan, kekompakan, dan latihan yang sungguh-sungguh dari para siswa. Penampilan ini disambut tepuk tangan meriah dan pujian dari seluruh tamu undangan maupun warga yang hadir.
KESENIAN LESUNG KHAS RANDUDONGKAL, WARISAN BUDAYA YANG TETAP LESTARI
Tak hanya drumband, acara ini juga semakin memperkaya suasana dengan hadirnya kesenian Lesung khas Randudongkal yang ikut meramaikan syiar tersebut. Para sesepuh dan seniman setempat tampil memukau dengan irama pukulan alu ke lesung kayu yang berpadu serasi, menciptakan bunyi yang berirama, syahdu, dan penuh semangat, seolah mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur dan bersatu.
Kesenian lesung ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi serta berkah yang diberikan Allah SWT. Para peserta tampil penuh semangat dan kekompakan, menunjukkan bahwa budaya luhur nenek moyang tetap dijaga dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman.
“Alangkah indahnya perpaduan antara syiar agama, semangat kemerdekaan, dan kelestarian budaya leluhur seperti kesenian lesung ini. Ini ciri khas Randudongkal yang patut kita banggakan dan terus jaga,” tandas salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Penampilan kesenian lesung ini disambut antusiasme tinggi oleh seluruh tamu undangan, jamaah, maupun anak-anak yang hadir, menjadi bukti bahwa budaya tradisional tetap dicintai dan memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
SATU ACARA TIGA SEMANGAT, AGAMA, KEMERDEKAAN & BUDAYA
Kegiatan ini menyatukan tiga hal indah sekaligus:
– Syiar Agama: meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW;
– Semangat Kebangsaan: merayakan kemerdekaan RI ke-81, mencintai tanah air;
– Budaya Luhur: melestarikan kesenian tradisional sebagai identitas bangsa yang tak ternilai harganya.
Suasana di tenda besar Pondok Pesantren Habib Muksin terasa begitu hangat, damai, dan penuh keberkahan. Warga dari berbagai usia hadir dengan penuh antusias, menunjukkan betapa masyarakat sangat mendukung kegiatan yang menyatukan nilai keagamaan, kebangsaan, dan budaya.
HARAPAN AGAR TETAP LESTARI & MENJADI KEBANGGAAN BERSAMA
Diharapkan semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, tidak hanya untuk merayakan hari besar agama dan negara, tetapi juga sebagai wadah untuk terus melestarikan kesenian dan budaya daerah, khususnya kesenian Lesung khas Randudongkal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi-generasi mendatang.
[SatriyoAdie\PenjiPribana]














