Ketum PMPRI Minta Para Pemimpin Kota Bandung Jaga Keharmonisan, Agar Suhu Politik Tidak Semakin Memanas

- Redaktur

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RN, Bandung – Ketua Umum DPP LSM PMPR Indonesia, Rohimat yang akrab disapa Joker, angkat bicara mengenai dinamika politik dan birokrasi di Kota Bandung yang kian hari kian menghangat. Menanggapi situasi tersebut, Joker secara tegas meminta para pemimpin di Kota Kembang untuk menyudahi ego sektoral dan fokus menjaga kondusifitas wilayah demi kepentingan masyarakat luas.

“Masyarakat sudah lelah dan muak melihat panasnya gejolak politik yang terjadi saat ini. Sudah saatnya para pemimpin di Kota Bandung kembali ke khittah, yaitu saling menjaga keharmonisan. _Rempug Jungkung Sauyunan, kudu paheuyeuk-heuyeuk leungeun pikeun ngabangun Kota Bandung_ (harus saling bergandengan tangan untuk membangun Kota Bandung),” harap Rohimat Joker dalam keterangannya.

Selaras dan senada dengan pesan persatuan yang tertuang dalam program Bandung Utama, LSM PMPR Indonesia menekankan pentingnya lima pilar utama demi kemajuan bersama:

– Humanis: Mengutamakan rasa kemanusiaan dalam setiap langkah kebijakan.

– Harmonis: Menjaga kerukunan, saling menghargai, dan aktif membangun kebersamaan.

– Tanpa Konflik: Menyelesaikan setiap perbedaan pandangan dengan jalan musyawarah dan kepedulian.

– Tanpa Kubu: Bersatu padu tanpa membeda-bedakan golongan, karena Kota Bandung adalah milik bersama.

– Untuk Kemajuan Bersama: Bersinergi membangun Bandung yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Secara Historis Probabilitas yang lahir dari Ego Kepemimpinan akan melahirkan kebijakan yang prematur, kita bisa meninjau pada sejarah-sejarah Kerajaan Besar di Indonesia seperti Majapahit dan Singosari juga Samudrapasai semuanya Runtuh karna Ada Ego dari pemangku kebijakan hal serupa terjadi di Masa Kerajaan Roma dan Dinasti Yuan Cina mereka Runtuh karna mengedepankan Ego Sentris Pemimpin dan intrik kekuasaan, ini menjadi Pekerjaan Rumah yang sangat berat bagi para pemimpin hal serupa terendus ada di Pemerintahan Kota Bandung sikap Pedang Tumpul dan Busur Panah melengkung sedang melangit hal ini harus dihindari karena Bandung yang dinamis merupakan bentuk dari keberhasilan pemerintahan itu sendiri,” tandas kang Joker.

Baca Juga:  Anom Widiyantoro Hadiri Pelepasan dan Pelarungan Ancak

Selain menyoroti stabilitas politik, Ketua Umum PMPRI juga menyampaikan seruan khusus kepada aparat penegak hukum [APH]. Ia meminta agar APH tetap objektif serta memberikan ruang dan kesempatan bagi para pemimpin maupun Aparatur Sipil Negara [ASN] di lingkungan Pemerintah Kota Bandung untuk membuktikan integritas mereka.

Baca Juga:  Sebuah Rekontruksi Kasus Serta Penyikapan Kredibel di Era 4.0

“Kami meminta kepada pihak APH untuk memberikan kesempatan serta peluang bagi para pemimpin, baik dari jajaran pimpinan daerah maupun para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, untuk memperbaiki diri dan membuktikan kinerja terbaik mereka. Biarkan mereka fokus bekerja, berinovasi, dan menunjukkan kontribusi nyata untuk dan demi masyarakat Kota Bandung,” pungkasnya.

Melalui gerakan moral _”Sauyunan Sahate, Bandung Juara!”_ ini, LSM PMPR Indonesia berharap Kota Bandung dapat kembali menjadi kota yang nyaman, damai, dan bersih dari perselisihan yang kontraproduktif.

Kota Bandung Punya potensi, Kota Bandung punya SDM yang mumpuni maka tidak selayaknya intrik egosentris jadi wajah utama Pemkot Bandung.

[RJ***]

Berita Terkait

Loning Bersiap Pilkades, Isu Zona Merah Jadi Polemik
Bus PT. Dewi Sri Segera Peluncuran Perdana di Terminal Belik, Agen: Buruan Mumpung Ada Promo!!
Masyarakat Desa Datar Geram, Salah Satu Oknum Warga Diduga Membendung Aliran Sungai Untuk Kepentingan Pribadi
Mantap…!! 2026, Bulan Dana PMI Pemalang Lampaui Target, Bupati Anom Acungi Jempol dan Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga Pemalang 
Rokok Ilegal Harus Diberantas, Diskominfo Pemalang Perkuat Sinergi dan Ada Nomor Pengaduan
KPK Hadir di Pemalang, Sosialisasi Soal Pokir DPRD, Bupati Pemalang: Jadi Momentum Kesepahaman Eksekutif dan Legislatif 
Rencana Pembangunan Harus Ada Peran Data dan Informasi Geospasial
Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Pemalang, Menggunakan Metode Mekon
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Kasus Bullying di Pemalang Telah Menyita Perhatian Nasional, Nurkholes Tegaskan Perundungan Tidak Boleh Terulang, Sistem Pendidikan Perlu Dievaluasi Segera

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Kasus di SDN 01 Kebondalem Dalam Proses Penyelidikan APH, Pemkab Pemalang Segera Bentuk Satgas Bullying

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:19 WIB

IPAL Beberapa SPPG di Pemalang Dipertanyakan, Limbah Jadi Persoalan Telak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Nurkholes Tegaskan Agar RSUD dr. M. Ashari, Harus Berikan Pelayanan Yang Ramah dan Nyaman

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Setelah Melayat Korban Perundungan di Kebondalem, Plt. Bupati Pemalang Tegaskan Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Bullying

Jumat, 25 September 2026 - 15:08 WIB

Soal Dugaan Mesum, Warga Dusun Gombong Sambangi Balai Desa Cibuyur

Sabtu, 12 September 2026 - 22:28 WIB

Viral di Pemalang !!! Menu MBG “Dirujak” Oleh Netizen

Jumat, 4 September 2026 - 21:24 WIB

Ribuan Massa Tumpah ke Jalan, Indra Ade Himawan Mendaftar

Berita Terbaru

Pemerintah

Perda Pemalang 2026 Telah Disahkan

Selasa, 6 Okt 2026 - 08:17 WIB