Polres Pemalang Resmi Luncurkan Program “Bhabinkamtibmas Tracer TB Paru”

- Redaktur

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

RN, Pemalang Jateng – Pelaksanaan Program Bhabinkamtibmas Tracer Tuberkulosis [TB] Paru Polres Pemalang resmi dimulai, usai program tersebut diluncurkan oleh Kapolres AKBP Rendy Setia Permana di Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin (08/06/2026).

Kegiatan peluncuran ditandai pemukulan gong oleh Kapolres yang didampingi oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Ketua TP PKK dr. Noor Faizah Maenofie, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati.

Kapolres Pemalang menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penuntasan Tuberkulosis, melalui sinergi bersama Polda Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rendy, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran program di tingkat provinsi sebagai bentuk percepatan penanggulangan dan eliminasi TB Paru, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Ia menegaskan, bahwa kasus TB di Indonesia masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius, sehingga membutuhkan langkah konkret serta kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga:  Anom Widiyantoro Hadiri Pelepasan dan Pelarungan Ancak

Melalui program ini, berbagai upaya dilakukan, mulai dari peningkatan tracing kontak, edukasi masyarakat, hingga pelatihan petugas di lapangan. Hal ini penting mengingat TB merupakan penyakit menular yang penyebarannya melalui droplet, sehingga membutuhkan penanganan yang tepat dan terukur.

“Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung eliminasi TB,” tukas Kapolres.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap gejala TB dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila menemukan indikasi penyakit tersebut.

Sementara itu, Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro menyebut bahwa TB paru masih menjadi salah satu penyakit dengan angka kejadian yang tinggi. Bahkan, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua di dunia dalam jumlah kasus TB.

Baca Juga:  Soal Tantangan Zaman, Bupati Anom Himbau Ansor–Fatayat Agar Jaga Generasi Muda

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI per 28 April, diperkirakan terdapat sekitar 4.620 kasus TB di Kabupaten Pemalang. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.400 kasus telah ditemukan dan 1.237 kasus telah mendapatkan pengobatan.

“Artinya masih ada pekerjaan besar yang harus kita lakukan bersama,” beber Bupati.

Anom menambahkan, TB paru tidak dapat dikenali secara kasat mata, sehingga diperlukan upaya tracing, pemeriksaan, dan pengobatan berkelanjutan hingga pasien dinyatakan sembuh.

Pemerintah Kabupaten Pemalang telah melakukan berbagai langkah, diantaranya melalui program Cek Kesehatan Gratis serta melibatkan tenaga kesehatan dan aparat kewilayahan hingga kecamatan dan desa.

Bupati juga menilai keterlibatan jajaran kepolisian dalam kegiatan tracing menjadi kekuatan besar dalam mempercepat penemuan kasus di masyarakat.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta pemerintah desa untuk bekerja secara solid, akurat, dan berkelanjutan. Selain itu, Dinas Kesehatan diminta terus melaporkan perkembangan hasil tracing sekaligus kendala di lapangan untuk segera ditindaklanjuti.

Baca Juga:  Bupati dan Warga Jagongan Santai, Diskusi Bangun Pemalang

“Sosialisasi tidak boleh berhenti hari ini saja, tetapi harus dilakukan secara terus-menerus agar pemahaman masyarakat meningkat,” tandasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan angka kasus TB di Kabupaten Pemalang dapat ditekan serta kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang selaku Ketua Penyelenggara, Wiji Mulyati, menjelaskan bahwa Tuberkulosis [TB] Paru masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian serius.

Menurutnya, upaya penanggulangan TB tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif aparat di lapangan seperti Bhabinkamtibmas.

“Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat deteksi dini, memutus rantai penularan, serta mendukung target eliminasi Tuberkulosis tahun 2030,” paparnya.

[SA.1***]

Berita Terkait

Sosialisasi Pilkades, Camat Randudongkal Tegaskan Kondusifitas di Tingkat Desa
Ponco Tani Hadir Untuk Petani Modern di Pemalang
Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Pemalang Kolaborasi Lintas Sektor
Bupati Beserta Jajaran, Peringati HLUN Ke-30
2026, Pemkab Pemalang Kembali Raih WTP
Genjot IPM Bupati Pemalang Kenalkan Program ASN PEDOT
BPJPH Bersama Pemkab Pemalang Awali Sertifikasi Halal Produk UMKM
Demi Meningkatkan Pelayanan Yang Inklusif, PN Pulang Pisau Gandeng SKHN 1 Serta Teken Kerja Sama dan Gelar Pelatihan
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 16:56 WIB

Pemkab Dukung KONI Pemalang Dalam Pengembangan Olahraga Daerah

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:24 WIB

Basket Berkembang Ekonomi Bergerak, HIPMI Basketball Competition 2026 Resmi Dibuka

Minggu, 26 April 2026 - 19:19 WIB

BBM Minisoccer Mayday Cup 2026, Bupati Anom Himbau Solidaritas Buruh di Lapangan

Senin, 8 Desember 2025 - 11:49 WIB

PT. NCM Open Sugihwaras 2025, Hadiah Utama 45 Juta

Minggu, 23 November 2025 - 20:16 WIB

Event Lari Kala 5K Dan 10K

Senin, 17 November 2025 - 16:48 WIB

Kejuaraan Tinju Open Tournament Pemalang Big Fight 2

Kamis, 9 Oktober 2025 - 21:01 WIB

Ribuan Warga Nobar Di Alun-Alun 

Minggu, 5 Oktober 2025 - 12:46 WIB

Nurkholes Buka Liga Undi Di Sidorejo

Berita Terbaru

Lembaga

Ponco Tani Hadir Untuk Petani Modern di Pemalang

Minggu, 14 Jun 2026 - 14:45 WIB