Dugaan Spj Fiktif Mencuat di Proyek Senilai Rp.1,4 Miliar 

- Redaktur

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

RN, Pemalang Jateng – Proyek pembangunan jalan dan talud di Dusun Mentek, Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, yang seharusnya menjadi simbol kemajuan desa, justru saat ini menjadi sorotan tajam publik.

Anggaran fantastis yang digelontorkan sekitar Rp.1,4 miliar dari Bantuan Keuangan Khusus Daerah [BKKD] tahun 2025 kini diselimuti dugaan penyimpangan serius.

Yayasan Cakrawala yang dinahkodai Slamet Tafsir, secara resmi telah melaporkan proyek tersebut ke Polres Pemalang. Dalam laporan tersebut, terungkap kondisi mencengangkan di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antara lain, pekerjaan belum rampung, namun bangunan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Senderan dilaporkan ambrol di beberapa titik, retakan muncul di struktur baru, hingga kualitas pekerjaan yang dinilai jauh dari standar.

Lebih dari sekadar persoalan teknis, proyek tersebut diduga menyimpan praktik yang lebih dalam. Tidak ditemukannya papan informasi proyek, menjadi indikasi kuat lemahnya transparansi. Padahal, setiap rupiah anggaran negara wajib diketahui publik.

Kecurigaan semakin menguat, ketika ditemukan dugaan penggunaan material batu yang tidak jelas asal-usulnya. Bahkan patut diduga, aktivitas pengambilan material di sekitar lokasi proyek oleh warga terjadi tanpa pengawasan yang semestinya. Yang pada akhirnya, dugaan penggunaan material dari kawasan tanpa izin pun mencuat.

Baca Juga:  Jalan Aspal Di Moga Amblas

Yang paling mengundang perhatian adalah indikasi adanya dugaan kuat SPj [Surat Pertanggungjawaban] fiktif. Ditambah lagi, pengakuan bahwa pihak Tim Pelaksana Kegiatan [TPK] tidak memahami pengelolaan keuangan dan mekanisme pengadaan barang, membuka celah besar terjadinya penyimpangan anggaran secara sistematis.

Potensi Jerat Hukum:

Jika dugaan ini terbukti, sejumlah aturan hukum berpotensi dilanggar, antara lain:

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001

Pasal 2 dan 3 – terkait perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan kewenangan yang merugikan keuangan negara.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 26 – kewajiban transparansi dan akuntabilitas kepala desa.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Kewajiban membuka informasi kepada masyarakat.

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Pasal 158 – larangan penambangan tanpa izin.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Larangan eksploitasi lingkungan tanpa izin.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 Kewajiban pengelolaan keuangan desa secara tertib dan akuntabel.

Baca Juga:  'Aspal Kemarin' Di Karangmoncol Mulai Rusak

Desakan Publik Menguat:

Ketiadaan respon atas surat klarifikasi sebelumnya semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran. Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum.

“Terkait dugaan penyalahgunaan keuangan dana BKKD tahun 2025 sebesar Rp 1,4 m dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan baru ruas antara dukuh Kluwih-dukuh Mentek Wisnu merupakan sebuah kasus yang tidak bisa dianggap angin lalu maka dengan adanya lapdu dari masyarakat, APH sudah merespon positif dan mulai melakukan proses hukum dengan memanggil saksi pelapor untuk dimintai keterangan pada hari Senin, 3 April 2026. Dalam hal ini bupati harus menaruh perhatian serius terhadap kasus ini. Korupsi dalam bentuk apapun yang merugikan rakyat dan keuangan negara sudah semestinya untuk diberantas,” ungkap Slamet Tafsir kepada RotasiNews.com, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kasus ini bukan sekadar proyek gagal. Ini menyangkut uang rakyat, kepercayaan publik, dan integritas penyelenggara pemerintahan desa. Jika benar terjadi penyimpangan, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap masyarakat yang seharusnya menikmati hasil pembangunan.

Baca Juga:  Wabup Dorong Percepat Pembangunan 143 Dapur MBG

Tafsir menegaskan, bahwa sorotan kini tertuju pada Polres Pemalang, akankah kasus ini dibongkar hingga tuntas ??

Sementara itu, pihak pemerintah Desa Wisnu memberikan penjelasan terkait proyek tersebut, bahwa Sutejo selaku Kepala Desa memang sengaja menghentikan pekerjaan tersebut, dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan.

“Ya..proyek sementara berhenti,,karena cuaca yg TDK memungkinkan..dan Wisnu sedang di audit reguler oleh inspektorat..sebagian pekerjaan ada yg amblas, talud ambruk..karena hujan lebat, dan pergeseran tanah..apalagi pekerjaan baru, pekerjaan lama saja ambruk, longsor, hancur..karena hujan dan banjir di lokasi tsb. Anggaran masih utuh di rek. Desa..kecuali yg sdh digunakan sesuai..pekerjaan. nunggu selesai audit..pekerjaan di lanjutkan..semua pemberdayaan warga setempat untuk, batu, dan pekerja,” Paparnya saat dihubungi RotasiNews.com, selasa [05\05\2026].

Terkait dugaan Spj fiktif, pihak Kepala Desa Wisnu, Sutejo menegaskan, bahwa tidak ada laporan fiktif dan semuanya sedang dalam proses.

“SPJ..tidak fiktif..semua dokumen..dari awal ada ..memang ada yg harus di lengkapi..karena pekerjaan blm selesai. Dan masih di lengkapi..sesuai NHP..dari inspektorat,” tandasnya.

[SA.1***]

Berita Terkait

Alun-Alun Moga Sudah Cantik, Bupati Apresiasi Revitalisasi dan Swadaya Oleh Masyarakat
TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 Selesai
Diduga Terjadi Kongkalikong Proyek Katering RSUD Pemalang, Pagu 2 Miliar
KDMP Diresmikan Serentak, Salah Satunya Adalah Desa Penggarit
Proyek Milyaran di RSUD Pemalang Diduga Gagal Tender, Kenapa Jadi Swakelola??, Praktisi Hukum: Potensi Melanggar Hukum Terbuka Lebar 
Viral…!! Lelang Katering RSUD Pemalang Rp1,3 M Berpotensi Diulang Atau Dibatalkan, LPSE : Tidak Memiliki Penilaian Kinerja Penyedia Minimal Baik
Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I, 2026 di Desa Surajaya
Proyek Drainase ‘Mandek’, APPI Soroti Kebijakan Yang Berlaku
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:15 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Telah Dimulai, Keluarga Anom Widiyantoro Jadi Responden Perdana

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:56 WIB

Tokk…!! 60 Milliar, Rapat Paripurna DPRD Pemalang Bersama Bupati Mengesahkan Dana Cadangan Pilkada 2029

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:09 WIB

Alun-Alun Moga Sudah Cantik, Bupati Apresiasi Revitalisasi dan Swadaya Oleh Masyarakat

Senin, 25 Mei 2026 - 16:15 WIB

Bupati Hadiri Alih Tugas Ketua Pengadilan Agama Pemalang

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:05 WIB

Penjelasan Pihak Kecamatan Warungpring, Terkait Perbup Nomor 09 Tahun 2020

Jumat, 24 April 2026 - 12:50 WIB

Gelar Apel Kesiapan, Untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Jumat, 24 April 2026 - 09:29 WIB

TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 Telah Dimulai

Rabu, 22 April 2026 - 20:52 WIB

Semua OPD Diminta Segera Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD Atas LKPJ 2025

Berita Terbaru

RAGAM

Ratusan Pesilat PSHT Pemalang Resmi Disahkan

Senin, 22 Jun 2026 - 08:11 WIB