RN, Pemalang Jateng – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, meminta percepatan revitalisasi Stadion Jatidiri Comal, agar kembali berfungsi dan menjadi ikon baru yang membanggakan masyarakat. Hal tersebut, disampaikan saat memimpin Apel Pagi Bersama ASN di sebelah timur Pendopo Kabupaten, Senin [11\5\2026].
Pada kesempatan itu, Anom memberikan tugas khusus kepada Camat Comal, untuk segera merealisasikan revitalisasi stadion yang mendapat dukungan swadaya dari sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkab Pemalang sebagai bentuk gotong royong membangun fasilitas publik.
“Ini ada sedikit swadaya dari teman-teman Kepala Dinas, mudah-mudahan ini menjadi penyemangat buat Pak Camat untuk segera melaksanakan revitalisasi Stadion Jatidiri sehingga bisa berfungsi, indah dan bisa digunakan, serta memberikan nilai tambah perekonomian di daerah Comal,” Pungkasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Stadion Jatidiri Comal diharapkan segera bangkit dan menjadi kebanggaan baru, tidak hanya bagi masyarakat Kecamatan Comal, tetapi juga Kabupaten Pemalang.
Dalam apel tersebut, Bupati Anom juga menyerahkan piagam penghargaan Indeks Government Award Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri, serta penghargaan pelayanan publik dari Ombudsman Republik Indonesia kepada perangkat daerah dan instansi berprestasi.
Penghargaan kategori inovatif, diberikan kepada Puskesmas Rowosari sebagai Inovatif 1, Puskesmas Kebondalem Inovatif 2, SMP Negeri 4 Pemalang Inovatif 3, Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang Inovatif Harapan 1, Puskesmas Losari Inovatif Harapan 2, serta DPMPTSP Kabupaten Pemalang dan Disparbud Kabupaten Pemalang sebagai Inovatif Harapan 3.
Sementara, penghargaan Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman Republik Indonesia dengan nilai kualitas pelayanan sangat baik diberikan kepada Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang dan SD Negeri 01 Bojongbata.
Anom berharap, penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai simbol seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan ini tidak hanya simbol, tapi kenyataan dan realitanya bisa dirasakan dan dinikmati oleh seluruh masyarakat,” harapnya.
[Red***]














