RN, Pemalang Jateng – Proyek pembangunan jaringan irigasi di Desa Pakembaran kecamatan Warungpring, yang didanai melalui program BKKD [Bantuan Keuangan Khusus Desa] Kabupaten Pemalang tahun anggaran 2025, senilai Rp 145 juta, dengan volume 164 meter persegi, telah rampung dikerjakan oleh kontraktor CV. FAS KONSTRUKSI.
Meskipun secara fisik proyek telah selesai, bahkan notabene sudah dilakukan monitoring dan evaluasi [monev]. Ironisnya, sebagian besar petani dan perwakilan warga mengeluhkan proyek irigasi tersebut.
Pasalnya, diduga telah terjadi polemik, terkait teknis pada proyek tersebut. Dan menurut warga serta tokoh masyarakat sekitar, sebelumnya telah diadakan musyawarah dikediaman ketua RW setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Itu disebabkan kenapa mengeluh, karena memang seharusnya proyek selesai air sudah mengalir dan di manfaatkan oleh petani, namun ada sesuatu hal persoalan selesainya proyek itu bukan semuanya dibiayai oleh CV yang bersangkutan, mengingat ada batu milik warga tani digunakan yang mau dibayar sampai hari ini belum kunjung dibayar, jumlahnya 56,5 kubik,” ungkap Sumadi tokoh masyarakat Pakembaran.
“Yang mana rencana keuangan itu digunakan untuk penambalan fisik yang rusak tapi tidak terdanai oleh proyek itu,” tambahnya, sabtu [20\12].
Tim awak media RotasiNews, telah melakukan konfirmasi melalui WhatsApp, terkait persoalan ini kepada kepala Desa Pakembaran, Fatkhudin, sampai akhirnya berita ini ditayangkan, sang Kades belum memberikan keterangan resmi apapun.
[RDW\SA.1]


















