Kejanggalan Proyek PJU dan CCTV AI Senilai Ratusan Miliar Dipertanyakan, AMPPIBI Gelar Aksi

- Redaktur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RN, Bandung — Aliansi Masyarakat Pemerhati Bangsa Indonesia (AMPPIBI) menggelar aksi unjuk rasa damai berturut-turut di tiga lokasi strategis Kota Bandung, Senin (5/10). Aksi ini menyoroti dugaan penyimpangan besar dalam pengadaan Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) sekaligus sistem CCTV Berbasis Kecerdasan Buatan (AI) Tahun Anggaran 2025 lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Rangkaian aksi dimulai pukul 10.00–13.00 WIB di depan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya massa bergerak ke Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada pukul 13.00–14.00 WIB, lalu menutup kegiatan dengan pembentangan spanduk pernyataan sikap di depan Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggi Dermawan, M.Pd., Koordinator Aksi sekaligus Sekretaris Jenderal DPP LSM PMPR Indonesia, menyampaikan pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan mendasar yang merugikan keuangan negara.

Baca Juga:  Sapa Iklhas Pemalang, Digitalisasi Data Pertanian Secara Real Time

“Kami turun ke jalan hari ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan menjaga uang rakyat. Proyek PJU dan CCTV AI dengan anggaran ratusan miliar rupiah ini penuh ketidakwajaran yang tidak bisa dibiarkan,” ujar Anggi di hadapan massa.

Ia menjelaskan total anggaran proyek mencapai lebih dari Rp 200 miliar yang mencakup wilayah UPT Garut, Cirebon, dan Bandung. Namun, hasil penelusuran menunjukkan harga pengadaan baik perangkat PJU, komponen pendukung, maupun sistem CCTV AI dipatok jauh di atas harga pasar wajar.

“Ada praktik penggabungan paket atau bundling antara perangkat keras, perangkat lunak, hingga layanan pemeliharaan yang menyembunyikan harga asli. CCTV AI yang dibeli justru tidak sebanding dengan spesifikasi dan kinerjanya. Dugaan kerugian negara saja kami perkirakan menembus Rp 168 miliar lebih,” tegasnya.

Baca Juga:  Kang Emil Ungkap Penanganan Kasus Herry Wirawan Sejak Mei: Semoga Dihukum Mati!

Anggi juga menyinggung indikasi keterkaitan pemenang tender dengan oknum terkait serta adanya asosiasi yang diduga mengatur pasar pengadaan. Pihaknya meminta Dinas Perhubungan membuka data secara transparan dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat segera melakukan penyelidikan.

“Bukti sudah kami serahkan. Jika belum ada respons nyata, kami kembali lagi pada 8 Oktober 2026 dengan massa yang jauh lebih besar,” ucapnya.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, aliansi menegaskan menuntut audit independen menyeluruh, pemeriksaan tegas pihak-pihak yang diduga terlibat, serta pengembalian kerugian negara. Kasus ini dikawal sampai keluar putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga:  Soal Peredaran Rokok Ilegal, APPI Minta APH Bertindak Tegas 

Aksi berlangsung tertib dan damai di setiap lokasi dengan pengamanan kepolisian. Massa berjanji kembali berkumpul lebih besar pada Kamis, 8 Oktober 2026, jika belum ada langkah konkret dari pihak berwenang.

Sementara itu di tempat yang berbeda, Ketua Umum DPP LSM PMPR Indonesia, Rohimat Joker, menyampaikan akan melanjutkan penyampaian aspirasi ini dengan menggelar aksi serupa di depan Gedung KPK RI pada pekan mendatang. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh dugaan penyimpangan dan kerugian negara dalam proyek PJU serta sistem CCTV AI senilai ratusan miliar rupiah ditindaklanjuti secara menyeluruh dan transparan oleh lembaga penegak hukum.

[AIR]

Berita Terkait

Setahun Lebih Mandek, Kasus Perusakan dan Pencurian Properti Milik Asep Awaludin Masuki Babak Gelar Perkara Khusus
Perda Pemalang 2026 Telah Disahkan
Kasus di SDN 01 Kebondalem Dalam Proses Penyelidikan APH, Pemkab Pemalang Segera Bentuk Satgas Bullying
Nurkholes Tegaskan Agar RSUD dr. M. Ashari, Harus Berikan Pelayanan Yang Ramah dan Nyaman
Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Nurkholes Hadir Beserta Jajaran dan TNI POLRI Laksanakan Upacara di Pendopo
Pemkab dan DPRD Pemalang Selenggarakan Rapat Paripurna, Bahas Raperda APBD 2027
Nurkholes Himbau Birokrasi Pemalang Harus Bebas KKN dan Kinerja Harus Ditingkatkan
Pendapatan Daerah Rp.2,54 Triliun, Perubahan APBD Pemalang 2026 Telah Disetujui
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Kasus Bullying di Pemalang Telah Menyita Perhatian Nasional, Nurkholes Tegaskan Perundungan Tidak Boleh Terulang, Sistem Pendidikan Perlu Dievaluasi Segera

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Kasus di SDN 01 Kebondalem Dalam Proses Penyelidikan APH, Pemkab Pemalang Segera Bentuk Satgas Bullying

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:19 WIB

IPAL Beberapa SPPG di Pemalang Dipertanyakan, Limbah Jadi Persoalan Telak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Nurkholes Tegaskan Agar RSUD dr. M. Ashari, Harus Berikan Pelayanan Yang Ramah dan Nyaman

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Setelah Melayat Korban Perundungan di Kebondalem, Plt. Bupati Pemalang Tegaskan Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Bullying

Jumat, 25 September 2026 - 15:08 WIB

Soal Dugaan Mesum, Warga Dusun Gombong Sambangi Balai Desa Cibuyur

Sabtu, 12 September 2026 - 22:28 WIB

Viral di Pemalang !!! Menu MBG “Dirujak” Oleh Netizen

Jumat, 4 September 2026 - 21:24 WIB

Ribuan Massa Tumpah ke Jalan, Indra Ade Himawan Mendaftar

Berita Terbaru

Pemerintah

Perda Pemalang 2026 Telah Disahkan

Selasa, 6 Okt 2026 - 08:17 WIB