Jalan Rusak Bertahun-Tahun, Akhirnya Warga Jambesewu Cor Jalan Dengan Dana Swadaya

- Redaktur

Senin, 29 Juni 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RN, Pemalang Jateng – Puluhan warga Dukuh jambesewu Desa Rembul, Kecamatan Randudongkal, melaksanakan kegiatan swadaya masyarakat, berupa cor jalan yang rusak. Warga melakukan secara swadaya, melalui gerakan warga Dukuh Jambesewu. Dengan cara gotong-royong, bahu-membahu memperbaiki jalan yang rusak, Senin [29\06\2026].

Tanpa alat berat, bukan proyek bernilai miliaran rupiah, dan dipastikan tanpa bantuan pemerintah daerah, warga dari berbagai usia turun langsung ke jalan. Mereka saling kompak bergotong-royong, membawa adonan semen dengan alat seadanya, mulai dari grobag dan ember dari mesin molen menuju titik-titik jalan yang rusak parah.

Di bawah terik matahari yang meyeruak diantara rerimbunan pepohonan, para pria dewasa mengenakan caping dan topi dengan para pemuda, hingga para petani yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Ember demi ember semen, berpindah tangan dengan ritme yang nyaris tanpa putus. Suara mesin molen yang terus berputar berpadu dengan canda, instruksi, dan semangat warga yang bekerja tanpa mengenal lelah.

Jalan yang diperbaiki merupakan ruas jalan Desa, yang menghubungkan wilayah Desa Kreo menuju ke Desa Rembul, Dukuh Jambesewu dan Dukuh Bajing.

Kondisinya yang selama ini dikeluhkan warga, dikarenakan banyak mengalami kerusakan dan dapat membahayakan para pengguna jalan.

Sementara itu, tokoh masyarakat yang sering disapa Pak Dhe Bayu menyampaikan, bahwa jalan tersebut  merupakan akses utama yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kegiatan pengecoran jalan ini merupakan bagian dari swadaya masyarakat karena jalan ini sangat curam dan rusak, juga sering menjatuhkan pengendara bermotor. Kegiatan ini murni kegiatan swadaya masyarakat dan pemuda khusus Dukuh Jambesewu Desa Rembul,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ponco Tani Hadir Untuk Petani Modern di Pemalang

Karena belum mendapatkan bantuan perbaikan yang memadai dari pemerintah, warga Dukuh Jambesewu berinisiatif melaksanakan swadaya, melalui gerakan gotong-royong untuk mengecor jalan yg rusak tersebut, agar tidak lagi memakan korban pengendara motor.

Warga dan pemuda Jambesewu, tidak lagi mau menunggu lama, karena demi keselamatan warga dan kelancaran aktivitas sehari-hari, yang menjadi alasan utama dilaksanakannya gerakan tersebut.

Koordinator kegiatan, Kasnadi, selaku ketua RT.09/RW.01, mengungkapkan, kerusakan jalan akan semakin terasa, saat musim hujan. Jalan yang berlubang dan licin kerap menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pelajar yang setiap hari melintas.

“Banyak anak sekolah terjatuh saat melintas. Lebih memprihatinkan lagi, ketika ada warga sakit yang akan dibawa berobat, kondisi jalan justru membuat perjalanan terhambat dan bisa memperparah kondisi pasien,” ungkapnya.

Baca Juga:  Viral...!! Lelang Katering RSUD Pemalang Rp1,3 M Berpotensi Diulang Atau Dibatalkan, LPSE : Tidak Memiliki Penilaian Kinerja Penyedia Minimal Baik

Lebih lanjut, Kasnadi menjelaskan, seluruh biaya kegiatan berasal dari iuran sukarela masyarakat. Selain warga Jambesewu, bantuan juga datang dari para pengusaha ternak ayam, pedagang, serta para perantau yang tergabung dalam komunitas Guyub Rukun.

Bahkan, sejumlah pengguna jalan dari luar daerah yang setiap hari melintas turut memberikan donasi sebagai bentuk rasa kepedulian.

“Semua murni swadaya, tidak ada unsur paksaan. Warga, orang tua pemuda, para petani perantau, warga dan tokoh masyarakat berharap semoga adanya pengecoran jalan ini bisa memperbaiki perekonomian masyarakat sekitar yang sering lewat jalan tersebut,” tutupnya.

[Rochmat***]

Berita Terkait

Kasus Bullying di Pemalang Telah Menyita Perhatian Nasional, Nurkholes Tegaskan Perundungan Tidak Boleh Terulang, Sistem Pendidikan Perlu Dievaluasi Segera
IPAL Beberapa SPPG di Pemalang Dipertanyakan, Limbah Jadi Persoalan Telak
Nurkholes Apresiasi Peran IBI, Untuk Terus Tekan AKI dan Stunting
Koramil 02 Taman Pantau SPPG Asemdoyong 01, Dorong MBG Berjalan Sehat dan Ramah Lingkungan
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang, Pemalang Hadir Sebagai Peserta
Kolaborasi BPD, Satlinmas Dengan Pemerintah Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas
SPPG 002 Beji Berikan Klarifikasi, Sistem IPAL Disebut Memiliki Lima Tahap Pengolahan.
Bupati Pekalongan Bertemu Dengan Plt.Bupati Pemalang, Dalam Rangka ETK
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:52 WIB

AMPPIBI Bersiap Gelar Aksi Lanjutan, Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Rp200 Miliar di Dishub Jabar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Kejanggalan Proyek PJU dan CCTV AI Senilai Ratusan Miliar Dipertanyakan, AMPPIBI Gelar Aksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Kasus di SDN 01 Kebondalem Dalam Proses Penyelidikan APH, Pemkab Pemalang Segera Bentuk Satgas Bullying

Senin, 14 September 2026 - 08:52 WIB

Menu MBG Harus Ada Susu, Sudaryono: “Sudah saya beri surat edarannya”

Senin, 7 September 2026 - 20:26 WIB

Kasus MBG, Laporkan Jangan Takut !! Sudaryono: “Kami siap lindungi identitas anda. Jangan tunggu viral baru bergerak”

Jumat, 4 September 2026 - 20:12 WIB

Dugaan Peredaran Obat Keras Semakin Liar, Comal Siaga Satu !!

Rabu, 2 September 2026 - 22:56 WIB

Lapak Obat G Kembali Buka, Sengonan Jatirejo Disorot

Rabu, 2 September 2026 - 20:45 WIB

PN Pekalongan Tolak Gugatan Praperadilan Tersangka Kekerasan Seksual Yang Dilakukan Oleh Oknum Tokoh Agama, Proses Hukum Harus Tetap Berlanjut

Berita Terbaru