RN,Pemalang Jateng – Pemerintah Desa Pakembaran melaksanakan rehab talud yang berlokasi di Dusun Manis. Proyek ini menjadi sorotan, kritikan dan sebagian warga mempertanyakan, disebabkan anggaran yang digunakan diduga menggunakan dana talangan dari pihak ke tiga, yang notabene adalah seorang pemborong.
Untuk memastikan, awak media RotasiNews.com mendatangi lokasi proyek rehab talud. Saat dilokasi, tidak ditemukan papan informasi pelaksanaan kegiatan, mirisnya material batu bekas dari talud lama diduga dipasang kembali.
Salah seorang pekerja, saat dikonfirmasi, tentang adanya pemasangan kembali batu bekas lama mengakui hampir satu kubik material batu adalah bekas talud lama yang dipasang kembali, disebabkan keterlambatan kiriman material batu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memang tak [saya] akui di sebelah sisi sini ada beberapa meter itu kemaren faktor keterlambatan, buat tambal sulam dimasukan ya tidak ada satu kubik,” ungkapnya.
Penggunaan material bekas dalam pembangunan talud jalan desa dapat berdampak pada kekuatan dan ketahanan struktur. Talud yang tidak dibangun dengan baik dapat menyebabkan longsor atau kerusakan lainnya, yang berujung pada biaya perawatan yang lebih besar dalam waktu dekat.
Fatkhudin, selaku Kepala Desa Pakembaran, menolak berkomentar panjang kepada wartawan. “Sementara tidak koment dulu,” ketika dihubungi melalui WhatsApp, pada selasa [28\10].
Untuk dapat diketahui, menurut sumber RN, bahwa diduga rencana pekerjaan awalnya adalah pengaspalan, namun karena warga sekitar protes, dikarenakan aspal dikhawatirkan akan cepat rusak, akhirnya pihak-pihak terkait memutuskan untuk melaksanakan pekerjaan talud terlebih dahulu sesuai permintaan warga.
[RD]














