Pemkab Pemalang Serius Tangani dan Cegah Bullying di Lingkungan Pendidikan

- Redaktur

Minggu, 8 November 2026 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RN, Pemalang Jateng — Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman di Kabupaten Pemalang tidak hanya dibangun oleh satuan pendidikan di bawah naungan pemerintah kabupaten, tetapi juga yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah [SMA\SMK], pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Agama RI Madrasah Ibtidaiyah [MI], Madrasah Tsanawiyah [MTs], dan Madrasah Aliyah [MA] serta sejumlah perguruan tinggi. Komitmen itu diwujudkan, di antaranya, melalui deklarasi dan penandatanganan pakta integritas pencegahan perundungan di Gedung Sasana Bakti Praja, Rabu [4\11\2026].

Deklarasi dibacakan oleh Kepala SMA Negeri 1 Petarukan, dilanjutkan penandatanganan pakta integritas secara simbolis oleh perwakilan satuan pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang.

Plt Bupati Pemalang Nurkholes, bersama perwakilan Forkopimda yang turut menyaksikan acara tersebut mengatakan, deklarasi ini merupakan wujud kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pemalang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan instansi vertikal dalam hal ini Kementerian Agama dalam membangun sekolah yang aman, tenteram, dan sejahtera. Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran vital dalam pembangunan bangsa sehingga lingkungan sekolah harus terbebas dari segala bentuk perundungan.

“Beberapa minggu lalu, kita sudah mengumpulkan kepala sekolah TK, PAUD, SD, dan SMP dalam rangka membangun sekolah yang aman dan nyaman. Kami menginginkan seluruh jajaran di tingkat SMA juga bersama-sama membangun pakta integritas untuk mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman di Pemalang,” tuturnya.

Nurkholes berharap komitmen tersebut dapat diperluas hingga tingkat perguruan tinggi sehingga tidak terjadi lagi kasus perundungan di lingkungan pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya langkah nyata dan kepedulian seluruh pihak dalam menjaga keamanan serta kenyamanan peserta didik.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang Bagus Sutopo menyampaikan bahwa deklarasi dan penandatanganan pakta integritas menjadi langkah penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah perundungan. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi sejumlah permasalahan hukum dan pendidikan yang terjadi di Kabupaten Pemalang maupun secara nasional.

Menurut Bagus, kegiatan ini merupakan inisiatif sekaligus arahan Plt Bupati Pemalang agar seluruh pihak memiliki kesamaan persepsi dan mengambil langkah nyata dalam mengantisipasi perundungan. Ia menegaskan, deklarasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus ditindaklanjuti melalui program konkret dan evaluasi secara berkala.

Baca Juga:  HUT SMPN 2 Warungpring ke-23, Diwarnai Dengan Dugaan Jual Beli Kupon Berhadiah

Bagus menjelaskan, komitmen tersebut bertujuan meneguhkan peran pimpinan satuan pendidikan dan perguruan tinggi dalam mencegah segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, mendorong lingkungan pendidikan yang inklusif dan saling menghormati, serta memperkuat keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Pemalang telah memiliki Kelompok Kerja (Pokja) Sekolah Aman dan Nyaman yang melibatkan Dinas Pendidikan serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Meski kewenangan pendidikan SMA/SMK berada di tingkat provinsi, sinergi dan kolaborasi antarpihak tetap diperlukan.

“Pemerintah daerah beserta jajaran dan seluruh satuan pendidikan merupakan satu kesatuan. Kita hidup dan berkegiatan di Pemalang, serta bersama-sama mendidik kader-kader terbaik bangsa dari Kabupaten Pemalang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Ren Polres Pemalang Kompol Imam Khanafi,1 menjelaskan bahwa lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman harus memenuhi tiga unsur utama, yakni terbebas dari ancaman dan gangguan, memiliki kepastian serta kepercayaan, dan menciptakan suasana tenteram serta damai.

Menurut Imam, keamanan di lingkungan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan fisik, tetapi juga perlindungan terhadap gangguan psikologis. Oleh karena itu, budaya sekolah yang aman dan nyaman perlu dibangun melalui sikap saling menjaga, mengingatkan, serta menanamkan kedisiplinan dan empati kepada peserta didik.

Baca Juga:  Bunda PAUD Tekankan Pendidikan Karakter Sekaligus Rakor Kelompok Kerja

Ia juga mendorong satuan pendidikan untuk menanamkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa dan negara melalui berbagai kegiatan, termasuk pembiasaan menyanyikan lagu-lagu nasional, guna membentuk karakter generasi muda yang berkualitas.

Imam turut menyampaikan sejumlah landasan hukum dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, di antaranya Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Deklarasi dan penandatanganan pakta integritas tersebut diikuti oleh 14 kepala SMA negeri, 12 kepala SMA swasta, 4 kepala SMK negeri, 49 kepala SMK swasta, 1 kepala MAN, 18 kepala MA swasta, serta perwakilan dari 3 perguruan tinggi di Kabupaten Pemalang.

Melalui deklarasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat mengimplementasikan pakta integritas dalam tindakan nyata, sehingga lingkungan pendidikan di Kabupaten Pemalang menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik untuk menuntut ilmu serta membentuk generasi penerus bangsa.

[SM\SA.1]

Berita Terkait

Plt Bupati Nurkholes Dukung ITB ADIAS Jadi Kampus Favorit Warga Pemalang
Ribuan Kepala Satuan Pendidikan Sepakat dan Teken Pakta Integritas, Demi Wujudkan Lingkungan Sekolah Tanpa Kekerasan Pada Anak
Taj Yasin Kunjungi Pemalang, Peringati Hari Santri, Ajak Santri Peduli Lingkungan Sekitar dan Cegah Bullying
Masih Seputar Bullying di Sekolah, Pemkab Siapkan Strategi dan Langkah Pasti
Setelah Melayat Korban Perundungan di Kebondalem, Plt. Bupati Pemalang Tegaskan Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Bullying
Wisuda ITB ADIAS: Alumni Diharapkan Turut Serta Mengambangkan Potensi Pemalang
HUT SMPN 2 Warungpring ke-23, Diwarnai Dengan Dugaan Jual Beli Kupon Berhadiah
Pameran UMKM MTQ di Semarang, Pemalang Andil Memperkenalkan Produk Unggulannya
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:14 WIB

Willy Triatama Bandrio, S.H Terima SK LBH PMP, Bambang Ristanto,S.H: “Jalankan sesuai tupoksi”

Rabu, 4 November 2026 - 07:52 WIB

Demo Cakrawala di Pemalang, Desak APH Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Hibah T.A 2024

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:15 WIB

GERMAS UNGKAP: “DPR Jangan Tutup Mata, Aspirasi Rakyat soal Putusan MK dan Ijazah Gibran Harus Didengar!!”

Kamis, 17 September 2026 - 06:48 WIB

Ketika Viral Soal MBG, Guru, Ortu Siswa, Wartawan dan Aktivis LSM: Kenapa Seolah Disalahkan ??

Minggu, 13 September 2026 - 14:09 WIB

Pengukuhan Ketum Linduaji Eric Agus Susanto, Dihadiri Belasan Ribu Anggota Se-Jateng di Taman Borobudur

Kamis, 10 September 2026 - 11:35 WIB

Ratusan Kendaraan Dinas KBB Pajak Off, Kang Joker: “Rakyat Dikejar-kejar Razia, Pejabatnya Menerobos Aturan!!”

Rabu, 9 September 2026 - 20:55 WIB

Jelang HUT ke-13 LSM PMPR Indonesia, Dadan Nugraha, S.H: Meneguhkan Esensi Gerakan Sosial dan Integritas Kebijakan Publik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:08 WIB

LSM PMPRI Mengecam Terbengkalainya Puluhan Aset Kendaraan Dinas, Terutama Mobil Ambulans Pemkab Bandung Barat

Berita Terbaru

Pemerintah

Nurkholes Himbau Agar Terus Genjot dan Tingkatkan PAD Pemalang

Minggu, 8 Nov 2026 - 06:12 WIB