RN, Pemalang Jateng — Keberadaan dapur SPPG Petarukan 008 dengan ID EAYQV66Z, di bawah naungan Yayasan Bela Beli Mbolang, menjadi sorotan warga Dusun Jatimulyo, Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh RotasiNews.com, dapur tersebut melayani sekitar 2.500 penerima manfaat. Dengan kapasitas pelayanan sebesar itu, pengelolaan limbah menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian serius agar aktivitas dapur tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Warga RT.07, RT.08, dan RT.09 RW.04 banyak yang mengeluhkan bau menyengat, yang diduga berasal dari pembuangan air limbah aktivitas dapur SPPG 008 keselokan lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu warga menyampaikan, bahwa kondisi selokan berubah sejak dapur SPPG beroperasi. Saat musim panas, selokan yang sebelumnya cenderung kering kini disebut selalu terdapat air dan terkadang terlihat seperti mengandung sisa minyak atau gumpalan.
“Setelah ada dapur, selokan selalu ada airnya dan baunya menyengat. Kadang terlihat seperti ada sisa atau gumpalan minyak,” ungkap warga sekitar, Minggu [23\8\2026].
Keluhan serupa disampaikan warga RT.09 yang memiliki usaha warung makan. Bau yang terbawa angin disebut cukup mengganggu aktivitas warga maupun usaha.
“Kalau ada angin, baunya sangat mengganggu,” timpal warga lainnya.
Sementara itu, warga RT.08 menyebut bau semakin terasa setelah subuh, ketika aktivitas memasak di dapur mulai berlangsung.

Ada Kompensasi Pembersihan Selokan
Ketua RT.09, Sudibyo, membenarkan adanya kegiatan pembersihan selokan secara berkala. Menurutnya, pihak dapur memberikan kompensasi Rp 500 ribu per bulan untuk kegiatan tersebut, dengan pelaksanaan secara bergilir antara RT.07, RT 08, dan RT.09.
Namun, persoalannya bukan hanya soal membersihkan selokan. Jika benar terdapat limbah dapur yang masuk ke saluran umum, maka yang harus dipastikan adalah bagaimana limbah tersebut diolah sebelum dialirkan ke lingkungan.
Ketua RW 04, Bejo, juga mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan awal pembangunan dapur MBG tersebut. Ia mengaku baru dipanggil setelah dapur berdiri. Sementara terkait proses izin lingkungan maupun persetujuan warga, dirinya mengaku tidak mengetahui secara jelas.
Jangan Menunggu Viral
Keluhan warga seharusnya tidak berhenti pada persoalan bau maupun kegiatan membersihkan selokan. BGN, Korwil/Korcam MBG Kabupaten Pemalang, Pemerintah Kecamatan Petarukan, Pemerintah Kelurahan Petarukan, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi terkait perlu turun langsung melakukan pemeriksaan.
Yang harus dijawab bukan sekadar siapa yang membersihkan selokan, tetapi dari mana air tersebut berasal, bagaimana pengolahan limbahnya, apakah IPAL berfungsi optimal, serta apakah air buangan telah memenuhi ketentuan sebelum masuk ke lingkungan.
Dengan pelayanan sekitar 2.500 penerima manfaat, pengawasan terhadap pengelolaan limbah seharusnya tidak boleh dianggap sepele.
Program MBG bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, jangan sampai program yang baik justru menimbulkan persoalan lingkungan bagi warga sekitar.
Jika pengelolaan limbah SPPG Petarukan 008 memang sudah sesuai standar, pemeriksaan di lapangan tentu dapat menjadi jawaban paling jelas atas keluhan warga. Masyarakat kini menunggu bukan sekadar penjelasan, tetapi pemeriksaan dan tindakan nyata.

[FN***]














