Kasus Bullying di Pemalang Telah Menyita Perhatian Nasional, Nurkholes Tegaskan Perundungan Tidak Boleh Terulang, Sistem Pendidikan Perlu Dievaluasi Segera

- Redaktur

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RN, Pemalang Jateng – Kasus perundungan [bullying] yang terjadi di lingkungan pendidikan Kabupaten Pemalang, kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Evaluasi pelaksanaan pendidikan dan penguatan perlindungan terhadap anak dinilai perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pemalang Nurkholes, saat memimpin Apel Bersama Aparatur Sipil Negara [ASN] di Lapangan Tenis Indor Setda Pemalang, Senin [5\10\2026].

Nurkholes menyatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Pemalang akan melakukan evaluasi terhadap sistem pendidikan yang ada. Menurutnya, konsep pendidikan ramah anak harus diwujudkan secara konkret, bukan hanya menjadi konsep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tentunya akan evaluasi dan kita akan membuat sistem pendidikan yang ramah ini benar-benar dikonkretkan, jangan hanya ada dalam tataran konsep pendidikan ramah anak,” himbaunya.

Baca Juga:  Semarak Hari Praja Muda Karana ke-65 di Pemalang

Ia juga menegaskan, kasus perundungan tidak boleh ditoleransi. Pemerintah harus hadir untuk mengayomi dan melindungi seluruh anak yang bersekolah di Pemalang sehingga mereka dapat belajar dengan aman dan nyaman.

“Ke depan pemerintah ini harus benar-benar mengayomi, melindungi semua siapapun yang sekolah di Pemalang,” tandasnya.

Selain evaluasi sistem pendidikan, keterbukaan dalam penanganan kasus juga menjadi perhatian. Nurkholes mengatakan, sejak awal dirinya meminta informasi mengenai persoalan yang terjadi di sekolah. Menurutnya, informasi yang tidak terbuka justru dapat memicu kemarahan dan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Nurkholes juga menyoroti perkembangan informasi di media sosial. Menurutnya, berbagai unggahan mengenai kasus perundungan perlu dipetakan dan disikapi secara tepat, karena dapat membentuk persepsi masyarakat serta berpotensi memicu persoalan baru.

Baca Juga:  Ribuan Warga Serbu Pasar Murah di Pendopo 

Nurkholes menambahkan, persoalan perundungan di Pemalang telah menjadi perhatian nasional. Sejumlah lembaga, di antaranya Komnas HAM, Kementerian Pendidikan, dan KPAI, disebut telah turun ke Pemalang untuk melihat persoalan tersebut.

“Bullying ini sudah menjadi sensasi nasional. Dari Komnas HAM, Kementerian Pendidikan, kemudian KPAI semua sudah turun ke Pemalang,” tegas Nurkholes.

Ia menyebut terdapat enam kasus perundungan di Pemalang, dengan dua di antaranya menyebabkan korban meninggal dunia. Menurutnya, jumlah tersebut tidak kecil dan harus menjadi pembelajaran bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Saya harapkan ini diusut dengan tuntas seterang-terangnya karena ini menjadi pembelajaran kita bersama,” tukasnya.

Nurkholes mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, termasuk terhadap keluarga korban. Pemerintah, menurutnya, harus memastikan perlindungan terhadap semua pihak sekaligus menangani persoalan berdasarkan fakta dan proses yang berlaku.

Baca Juga:  Pendapatan Daerah Rp.2,54 Triliun, Perubahan APBD Pemalang 2026 Telah Disetujui

Ia menambahkan, sejumlah persoalan pendidikan di Pemalang yang berkembang di media sosial juga perlu menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, kritik masyarakat menunjukkan adanya perhatian yang besar terhadap persoalan pendidikan dan harus menjadi masukan untuk melakukan perbaikan.

Di sisi lain, Nurkholes menilai pencegahan perundungan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah. Peran orang tua dalam membentuk karakter dan memberikan pendampingan kepada anak juga sangat penting karena pendidikan anak dimulai dari lingkungan keluarga.

Dalam apel tersebut juga dilakukan penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis sebagai komitmen bersama dalam mencegah Tindak Pidana Korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

[SM\SA.1]

Berita Terkait

Kasus di SDN 01 Kebondalem Dalam Proses Penyelidikan APH, Pemkab Pemalang Segera Bentuk Satgas Bullying
Program Desa Majalangu Diduga Semrawut dan Carut-marut
IPAL Beberapa SPPG di Pemalang Dipertanyakan, Limbah Jadi Persoalan Telak
Setelah Melayat Korban Perundungan di Kebondalem, Plt. Bupati Pemalang Tegaskan Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Bullying
Soal Dugaan Mesum, Warga Dusun Gombong Sambangi Balai Desa Cibuyur
Nurkholes Apresiasi Peran IBI, Untuk Terus Tekan AKI dan Stunting
Koramil 02 Taman Pantau SPPG Asemdoyong 01, Dorong MBG Berjalan Sehat dan Ramah Lingkungan
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang, Pemalang Hadir Sebagai Peserta
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Nurkholes Tegaskan Agar RSUD dr. M. Ashari, Harus Berikan Pelayanan Yang Ramah dan Nyaman

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Sambut HUT ke-81, TNI Bersama Pemkab Pemalang Selenggarakan Lomba ORADO

Selasa, 22 September 2026 - 07:14 WIB

Pemkab dan DPRD Pemalang Selenggarakan Rapat Paripurna, Bahas Raperda APBD 2027

Senin, 21 September 2026 - 07:55 WIB

Gemuruh Sirkuit di Widuri, Kodim 0711/Pemalang Gelar Ajang Bergengsi Mini Road Race

Rabu, 16 September 2026 - 16:59 WIB

Nurkholes Himbau Birokrasi Pemalang Harus Bebas KKN dan Kinerja Harus Ditingkatkan

Selasa, 15 September 2026 - 06:16 WIB

Pendapatan Daerah Rp.2,54 Triliun, Perubahan APBD Pemalang 2026 Telah Disetujui

Sabtu, 12 September 2026 - 11:55 WIB

Pemkab Pemalang Bahas Raperda APBD 2027 dan Langsung Disampaikan ke DPRD

Sabtu, 12 September 2026 - 11:27 WIB

Upaya Meningkatkan Transparansi, Akuntabilitas dan Mengoptimalkan PAD, Pemkab Pemalang Perkuat Elektronifikasi Transaksi Daerah Sampai 2029

Berita Terbaru

BUMD

Program Desa Majalangu Diduga Semrawut dan Carut-marut

Senin, 5 Okt 2026 - 13:27 WIB