Petani Kentang di Pemalang Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Bibit

- Redaktur

Rabu, 2 September 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RN, Pemalang Jateng – Keresahan para petani kentang di wilayah selatan Kabupaten Pemalang, terkait sulitnya memperoleh bibit menjadi perhatian dalam dialog bersama Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan RI Widyastuti di Pasar Sayur Gombong, Kecamatan Belik, Selasa [1\9\2026].

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pemalang Era Srinaeni menyampaikan, wilayah selatan Kabupaten Pemalang memiliki potensi besar pada sektor hortikultura, khususnya komoditas kentang. Selain kentang, wilayah tersebut juga menghasilkan nanas, mangga, pisang, serta komoditas perkebunan seperti kopi.

Menurutnya, salah satu persoalan yang saat ini dihadapi petani adalah keterbatasan bibit kentang ketika memasuki musim tanam. Pemerintah Kabupaten Pemalang, kata Era, telah berupaya memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui Kementerian Pertanian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harapan kami dari pemerintah daerah dan para petani di wilayah selatan, persoalan bibit kentang ini dapat difasilitasi dan dijembatani sehingga keresahan dan kekhawatiran petani dapat segera teratasi,” himbaunya.

Baca Juga:  Wujudkan Ramah Pada Anak, Pemkab Pemalang Adakan Festival Sayang Anak

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan RI Widyastuti mengatakan, pemerintah saat ini terus mendorong pencapaian swasembada pangan sebagaimana arah kebijakan Presiden melalui Astacita.

Ia menjelaskan, swasembada pangan tidak hanya menyangkut komoditas beras, jagung, dan singkong, tetapi juga mencakup berbagai komoditas lainnya, termasuk hortikultura.

“Harapan itu yang ingin tetap bisa terjadi di semua lini komoditas. Saat ini benih itu jumlahnya ada berapa, di titik mana, lalu kualitasnya bagaimana, ini semua harus terpetakan lebih dulu,” pungkasnya.

Menurut Widyastuti, pemetaan diperlukan untuk mengetahui ketersediaan dan jenis benih yang dibutuhkan, termasuk kentang untuk kebutuhan industri. Menindaklanjuti persoalan yang disampaikan petani, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan kementerian terkait bidang hortikultura, pelaku industri, serta Kementerian Perdagangan.

Baca Juga:  Dispantarik Beri Bantuan Untuk Warga Terdampak Bencana di Pulosari

Sementara itu, moderator dialog sekaligus Owner PT Agrobisnis Selaras Bersama, Gugum Gumilar, mengatakan antusiasme petani dalam kegiatan tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap kepastian usaha tani kentang, khususnya menjelang musim tanam 2026.

Ia menyebut, petani dan kemitraan industri yang tersebar di Kabupaten Pemalang, Purbalingga, Tegal dan Brebes telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembuatan bedengan, pemberian pupuk organik hingga persiapan pupuk. Namun, hingga saat ini masih banyak terdapat kekhawatiran terkait kepastian komoditas dan ketersediaan benih yang akan ditanam.

“Untuk musim tanam 2026 yang biasanya memasuki September-Oktober sudah mulai tanam, sampai saat ini belum ada gambaran mereka mau menanam apa. Ini menjadi kekhawatiran masyarakat petani,” ujarnya.

Gugum menyebut, berdasarkan data yang dimilikinya terdapat sekitar 7.200 petani kemitraan yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan berkaitan dengan komoditas tersebut.

Baca Juga:  Finalis Mas Dan Mbak Duta Wisata Pemalang 2025

Salah satu petani dari Kelompok Tani Selaras 2 Desa Gombong, Sutarno, menyambut baik pelaksanaan dialog tersebut. Menurutnya, persoalan benih menjadi salah satu kebutuhan penting bagi petani kentang di wilayah selatan.

“Kami sangat bahagia karena ini bisa membantu petani di wilayah selatan. Ternyata salah satu permasalahannya adalah benih. Mudah-mudahan dengan rapat ini bisa segera ditindaklanjuti dan dalam waktu singkat teratasi, sehingga kami nantinya bisa fokus untuk budi daya dan juga ke industri,” katanya.

Usai dialog, dilakukan penyerahan bantuan pangan berupa sembako dari Kemenko Pangan RI kepada para petani kentang di wilayah selatan Kabupaten Pemalang yang hadir dalam kegiatan tersebut.

[SM\SA.1]

Berita Terkait

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang, Pemalang Hadir Sebagai Peserta
Kolaborasi BPD, Satlinmas Dengan Pemerintah Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas
SPPG 002 Beji Berikan Klarifikasi, Sistem IPAL Disebut Memiliki Lima Tahap Pengolahan.
Bupati Pekalongan Bertemu Dengan Plt.Bupati Pemalang, Dalam Rangka ETK
Festival Grebeg 1000 Kemeja
Suasana Sepi, Mahalul Fahmi Tetap Maju Pilkades Karangbrai: Tampak Tak Bergairah Saat Daftar Kembali
Target Produksi Padi Jawa Tengah Sebesar 10,5 juta ton Pada 2026, Saat Ini Sudah Mencapai 6,69 Juta Ton, Pemalang Diharapkan Ambil Peran Jadi Penyangga Pangan
Ribuan Warga Iringi Sunarto Daftar Bacades Pamutih, Semangat Warga Penuhi Jalan Desa
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:24 WIB

Ribuan Massa Tumpah ke Jalan, Indra Ade Himawan Mendaftar

Jumat, 4 September 2026 - 19:40 WIB

IPAL SPPG Beji 002 Dipertanyakan, Limbah Diduga Mengalir Ke Saluran Irigasi Sawah Petani

Rabu, 2 September 2026 - 07:03 WIB

Lokasi Dapur SPPG Purwoharjo 04 Comal Dekat Gudang Pupuk dan Obat Pertanian

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Telur Lalat di Tempe Bacem MBG ?! Dugaan Kelalaian Harus Ditindaklanjuti

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:27 WIB

PN Pulang Pisau Resmi Lantik Wakil Ketua Baru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Demo di Depan Gedung DPR Berujung Ricuh, Massa Sempat Lakukan Pembakaran

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Kepala BGN Harus Tahu, Kesehatan Warga Terancam, Tiap Hari Hirup Bau Menyengat

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Setelah Viral, SPPG MBG 02 Loning Dicek Langsung Muspika Petarukan

Berita Terbaru