SUKSES : Dengan menghadirkan 6 pemateri dan diikuti 150 peserta, Himabis bersama Prodi NA Fisip UBL sukses menggelar YET 2016 di Aula Gedung F, Kampus A, Drs. H.RM. Barusman UBL, Selasa (18/10/2016) lalu. (Dok.Foto BMHK UBL)

Jiwa bisnis di masa muda merupakan jawaban bagi mahasiswa-mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) demi menghadapi tantangan global di masa mendatang. Pada kesempatan ini, Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (Himabi) bersama Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBL menggelar Young Entrepreneurs Talkshow (YET) 2016 yang berlangsung di Aula F,Kampus Drs. H. RM. Barusman, Selasa (18-10) lalu.

YET 2016 ini turut menghadirkan enam narasumber kompeten di bidangnya sebagai pemateri yang terbagi dalam dua sesi kegiatan. Sesi pertama di isi Managing Director Sapta Consultant dan Kepala Pusat Studi CSR UBL Dr. Veronica Saptarini, S.H, M.M. ; Corporate Affairs Regional Manager West Indonesia PT Coca-Cola Amatil Indonesia Yayan Sopian ; General Manager PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Lampung Benny Solifin Hutasuhut; hingga Manager PT Telkom Wilayah Teluk Betung, Bandar Lampung Benny Rahman.

Sedangkan sesi kedua menghadirkan Founder Lampung Shoot For Show Up (SFS) Vanny Ciendy Octaviany S.H., dan Manager Energy Independent Distributor Lampung Andreas Hernawan.

Kepala Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis UBL, Drs. Suwandi, M.M., mewakili Dekan FISIP UBL Dr. Drs. H. Yadi Lustiadi, M.Si., menyebut adanya YET 2016 sebagai bentuk media pembukaan wawasan para mahasiswa terutama dalam membekali hidup mandiri dimasyarakat. Hal itu sesuai dengan visi misi UBL to be world class entrepreneurship university dengan puncaknya di 2035.

“Sejalan dengan itu, dalam pengimpelentasiannya sesuai kurikulum fakultas maupun prodi berbasis contextual learning. Setiap mahasiswa harus aktif bernaung dalam (kegiatan) kewirausahaan. Hal ini sangat penting, selain di Prodi Bisnis ada mata kuliahnya (kewirausahaan). Diharap para mahasiswa tak hanya mampu bekerja dengan orang tetapi mampu buka lapangan kerja sendiri,” Jelasnya.

Agar sukses diranah wirausaha, Suwandi mengingatkan para mahasiswa harus dapat mengembangkan inovasi, kreasi, berani, hingga cepat mengambil keputusan yang ditanamkan dibangku kuliah, sebelum terjun ketengah masyarakat.

 “Lewat (kerjasama) stakeholder baik dibidang industri maupun instansi pemerintah. Sejak bangku kuliah para mahasiswa, hasil kajian teoritis akan disinergiskan dengan aplikasi lapangan. Jadi, para mahasiswa kita lebih terang lagi (berkecimpung) di kewirausahaan, supaya tiap ilmu bisa diterapkan diantara masyarakat,” Imbuhnya.

Setelah mengikuti YET 2016, Mahasiswi Prodi Ilmu Administrasi Bisnis UBL angkatan 2014 Wisni Puspita mengaku kini semakin termotivasi menjadi seorang wirausaha. Setiap penjabaran pemateri diselaraskan dengan ilmu diperkuliahan mampu membangkitkan motivasi untuk terus bangkit meski diterjang berbagai kegagalan.

Sedangkan, Yayan Sopian mengingatkan para mahasiswa sebagai pebisnis pemula harus dapat mengkreasi dan menginovasi seni hidup bisnis wirausaha berpedoman pada filosofis ‘dari zero to hero’. Lain halnya Veronica Septarini bertestimoni membuka bisnis yang baik harus dimulai dari kebisaan, kebiasaaan, dan hobi yang bisa dikembangkan sesuai potensi diri. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan