SIAP BERANGKAT : 85 peserta tadabur alam UKMI Al Hidayah UBL mempersiapkan keberangkatan di  di Gedung A, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman, Sabtu (12/3/2017), guna menuju Tahura, Pesawaran, selama dua hari semalam tertanggal (11-12/3/2017). (Foto Dok. DHS/BMHK UBL)
SIAP BERANGKAT : 85 peserta tadabur alam UKMI Al Hidayah UBL mempersiapkan keberangkatan di di Gedung A, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman, Sabtu (12/3/2017), guna menuju Tahura, Pesawaran, selama dua hari semalam tertanggal (11-12/3/2017). (Foto Dok. DHS/BMHK UBL)

Langkah Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Al- Hidayah Universitas Bandar Lampung (UBL) untuk saling mengakrabkan, sambil belajar menjaga dan melestarikan alam. Terlihat dengan berangkatnya 85 peserta, terdiri para anggota, pengurus dan alumni UKMI UBL ke rihlah atau tadabur alam ke Taman Hutan Raya (Tahura), Kabupaten Pesawaran, Sabtu (11/3)  dan Minggu (12/3) lalu.

Hal itu dibenarkan panita rihlah UKMI UBL, Handi Sasmiko yang menyebut diadakan kegiatan ini bertujuan ukhuwah islamiah dan silaturahim majelis pengurus UKMI UBL terus terjalin dengan erat.

“Inti kegiatan kita selain diisi dengan pengkajian didalam ruangan terhadap nilai-nilai islam terhadap fenomena sosial. UKMI UBL juga melakukan kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas indahnya ciptaan Allah SWT, Tuhan YME, berupa yakni refleksi langsung pengenalan alam,”ujarnya jelang keberangkatan, di Gedung A, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman, Sabtu (12/3/2017).

Tak lupa Handi berpesan kepada para peserta Rihlah UKMI Al Hidayah UBL agar selalu bersemangat dalam idealisme nilai-nilai dakwah maupun etika keislaman. “Langkah itu terlihat dengan kita terus menjaga kekompakan, tetap kokoh dan berintegritas tinggi,” terangnya.

Ditimpali, Ketua Umum UKMI Al Hidayah UBL Iswanto menyebut dasar diadakan rihlah/tadabur alam yang lama vakum digelar ini. “Ini kegiatan ini yakni membentuk kebersamaan, kesabaran, kepekaan, bahu membahu dan kepedulian yang senantiasa terjalin erat antar peserta,”ucapnya.

Iswanto tak menampik kegiatan ini juga bertujuan untuk menyegarkan kembali jasmani. Dengan pikiran dan kondisi fisik yang dapat segar kembali, tentu akan semakin menbuat eksistensi para peserta dalam eksis menjalankan roda organisasi semakin tinggi. Dipilihnya, bentuk kegiatan tadabur alam agar peserta dapat tersuguhi pemandangan indah, sehingga dapat mensyukuri nikmat dan karunia dari Allah SWT. “Sehingga peserta bermuhasabah dan menikmati tiap pencipataan Allah mulai dari perjalanan, menjalankan tiap agenda acara hingga proses pemulangan. Di sini mereka (para peserta) akan dilatih dan dikembangkan menjalan sikap, nilai hingga tanggung jawab sebagai seorang muslim terhadap muslim lain. Sungguh kegiatan ini menjadi tidak terlupakan buat mereka,”tuturnya. (Rep. RTS/Ed. BMHK)

iklan