ukm-bs-ubl5

Wadah untuk mengekspresi dan mengeksplorasi seni budaya mahasiswa baru (maba) angkatan 2016 Unit Kegiatan Mahasiswa Bahasa dan Seni (UKM BS) Universitas Bandar Lampung (UBL) menggelar malam kreasi Seni Budaya 2016.

Ketua Umum UKM BS Muhammad Ridwan membenarkan adanya kegiatan ini. “Sekarang mahasiswa baru (maba) yang mendaftar di UKM BS cukup banyak ya. Perlu ada wadah memperkenalkan UKM ini, berupa pementasan seni budaya,” Ucapnya.

Ridwan menjelaskan kegiatan ini diikuti 100 orang peserta undangan dan kegiatan berlangsung pukul 19.00 WIB hingga selesai yang dipusatkan di Kantin Kampus Drs. H. RM. Barusman.

Pria yang juga juara di Peksimida Provinsi Lampung 2016 ini menambahkan, pihaknya juga mengundang UKM lain, pihak fakultas dan prodi dilingkup kampus ini termasuk dari pihak kampus lain seperti Universitas Lampung (Unila), Universitas Malahayati (Unimal), IBI Darmajaya, Umitra hingga Perguruan Tinggi Teknokrat.

Dari segi pementasan, UKM BS UBL juga mengundang bintang tamu yakni pencipta dan komposer lagu kawakan yang menjunjung tinggi seni kerakyatan dan kearifan lokal. Seperti pencipta lagu ‘Darah Juang’, Joy Tobing. “Konsep dan kontekstualnya kita menggabungkan eksplorasi seni budaya dalam lakon (aksi) seni musik, drama teatrikal dan pementasan,” Jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ridwan juga membawa pesan Pembina UKM BS UBL Recca Ayu Hapsari, S.H., M.H. yang berpesan agar adanya malam kreasi Seni Budaya 2016 ini menjadi tempat bagi para maba yang tergabung dalam UKM BS untuk mengeksplorasi potensi, bakat dan talentanya.

Jadi meskipun acara ini baru dihelat pertama kalinya ini, ternyata menimbulkan dampak positif bagi para mahasiswa. Recca pun mendukung UKM BS dapat melanjutkan ditahun berikutnya.“Kegiatan ini menjadi wadah dalam mematangkan mental mereka, dengan harapan. Adanya hal ini akan semakin mendekatkan dalam bentuk aksi nyata di (pengembangan) seni dan budaya,” Jelasnya.

Mendatang, Recca mengaku dalam pelaksanaan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu masih didapat beberapa kekurangan. Namun, wanita yang dosen Fakultas Hukum UBL ini memastikan ditahun berikutnya akan dievaluasi, sehingga pelaksanaannya akan jauh lebih baik lagi. (Rep. BMHK/Ed. AX)

 

iklan