KIPRAH INTERNASIONAL : International Confrence on Islamic Youth Education (ICIYE) 2017 diselenggarakan di kota Bandung Kamis (05/10/2017) hingga Senin (09/10/2017) mendatang. (Dok. Foto Udi Asrudi/BMHK UBL).
KIPRAH INTERNASIONAL : International Confrence on Islamic Youth Education (ICIYE) 2017 diselenggarakan di kota Bandung Kamis (05/10/2017) hingga Senin (09/10/2017) mendatang. (Dok. Foto Udi Asrudi/BMHK UBL).

BANDAR LAMPUNG (rotasinews.com) – Eksistensi mahasiswa program studi Ilmu Administrasi Publik Universitas Bandar Lampung (UBL) dalam kegiatan ilmiah baik nasional maupun internasional semakin diperhitungkan. Kali ini, Asrudi mahasiswa angkatan 2014 bersiap mengikuti International Confrence on Islamic Youth Education (ICIYE) 2017 di Bandung Kamis (05/10/2017) hingga Senin (09/10/2017) mendatang. Kegiatan internasional ini bertujuan untuk memfasilitasi pemuda-pemudi internasional yang tergabung dalam komunitas ICIYE dan beranggotakan 53 negara islam untuk berdiskusi dan memecahkan masalah bersama. ICIYE merupakan ajang yang prestisius sebab setiap negara anggota ICIYE hanya boleh mengirimkan 10 orang delegasi (perwakilan) sehingga para peserta harus berkompetisi dengan 529 peserta antar negara lain termasuk diinternal (delegasi) Indonesia.

Asrudi menjelaskan ICIYE 2017 dihelat Kementerian Pemuda dan OlahragaRepublik Indonesia (Kemenpora RI)  ditengah persiapan menuju Asian Games 2018 mendatang. Dia menambahkan motivasi mengikuti ajang internasional ini, bersumber dari kegundahan hati melihat berita tentang diskrimasi kaum minoritas, konflik social dan agama, pertentangan antar etnis, hingga Negara didunia. Selain itu, ajang ini juga dijadikannya persiapan dalam menyusun riset skripsi termasuk, Asrudi ingin menorehkan kembali membawa nama besar UBL, provinsi Lampung dan bangsa-negara Indonesia  diajang internasional.

“Kompetitor terberat di ajang ini ialah kaum professional sedangkan dilevel dunia, peserta dari Negara Islam di Asia, Eropa dan Timur Tengah masih dianggap terkuat. Untuk itu, agar lolos ditahap seleksi, tidak hanya kuat dikonten paper, tapi saya matang di materi beradu ide, gagasan, dan solusi,” Katanya.

Sementara itu, Kepala Prograk Studi Ilmu Administrasi Negara Dr. Ida Farida, M.Si., mewakili Dekan FISIP UBL Dr. Yadi Lustiadi, M.Si., mendukung langkah salah satu mahasiswanya itu. Terlebih, upaya Asrudi ini sesuai dengan langkah fakultas dengan didukung unit kerja kampus lainnya yang sangat menfasilitasi peran para mahasiswa dalam mengasah public speaking, hingga ditingkat dunia.

“Kiprahnya (Asrudi) menunjukan ada prestasi menonjol dari kinerja prodi, fakultas hingga universitas dalam memunculkan para mahasiswa,yang mampu bersaing diajang (perlombaan) dunia. Semoga langkah positif ini mampu menginspirasi dan memotivasi. Sehingga diikuti (luas) para mahasiswa lainnya,” Pungkasnya. (Rep.BMHK/Ed. RTS)

iklan