BUDAYA KUALITAS : PPs UBL tingkatkan budaya kualitas, dengan Kulum ‘Operant and Operand Service Quality’, bersama Gubes Ilmu Manajemen Unjem, Prof. Dr. R. Andi Sularso, SE, MSM,di Aula Gedung M, Kampus B, Pascasarjana, Dra. Hj.Sri Hayati Barusman, Sabtu (4/2/2017). (Dok. Foto DHS/BMHK UBL)

Upaya meningkatkan budaya kualitas dikalangan sivitas akademika terutama di Program Pascasarjana Universitas Bandar Lampung. Pada kesempatan ini, UBL menggelar kuliah umum Operant and Operand Service Quality bersama Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Jember (Unjem) Prof. Dr. R. Andi Sularso, S.E., MSM., di Auditorium Kampus Pascasarjana, Dra. Hj.Sri Hayati Barusman, Sabtu (4-2) lalu.

Yusuf Barusman menyebut kuliah umum dari Prof. Andi Sularso dapat memberikan pencerahan bagi sivitas akademika PPs UBL dan Yusuf berharap setiap kajian ilmu Prof Andi Sularso, dapat diimplementasikan para mahasiswa dan dosen melalui budaya kualitas ditengah masyarakat. Karena pada kenyataannya, sivitas akademika UBL dihadapkan pada berbagai kompetisi dinamis, ditengah alur globaliasi. “Kini, kondisi manusia dunia disejajarkan, pembedaan tergantung pada kompetensi, keahlian, dan kualitas yang dipunya. Untuk itu, PPs UBL perlu membangun akumulasi budaya kualitas terutama pada peningkatan kualitas SDM di Lampung, agar setara dilevel lokal, nasional hingga dunia,” Ujarnya.

Makanya, bicara budaya kualitas, tidak hanya berpatokan pada proses studi. Tapi, PPs UBL, mengupayakan tiap lulusan, dapat mandiri. Terutama, beracuan pada visi misi dan tujuan kampus, dalam menciptakan para entrepreneurial diberbagai sektoril kehidupan masyarakat. “Itu sebabnya PPs UBL, muaranya terfokus pada pengembangan SDM. Terutama mendongkrak indeks kualitas manusia di Lampung. Untuk itu, kita perlu mentolerir nilai dan budaya kualitas dari semua sisi,” Tuturnya.

Yusuf berharap setelah kuliah umum ini, PPs UBL akan terus mematangkan budaya kualitas sivitas akademika, hingga dimasyarakat. Melalui terus menerus sosialisasi, hingga mengadakan berbagai kegiatan aplikasi. “Kami berharap, sivitas akademika UBL menjadi pionir budaya kualitas, mulai penerapan teori hingga implementasi kinerja,” Tekadnya.

Terkait materinya, Prof Andi Sularso menyebut Operant and Operand Service Quality, bersumber dari pengembangan dari ilmu bisnis. “Jika budaya kualitas operant dan operand service diterapkan dapat meningkatkan lecture quality dari seluruh sivitas akademikanya,” Pungkasnya. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan