SIAP DIBERLAKUKAN : Pelaksanaan uji coba SKBM Daring melalui smartphone disela kegiatan kampus dikalangan mahasiswa, menandakan UBL siap memberlakukan sistem pembelajaran online ini.(Dok. Foto BMHK UBL)
SIAP DIBERLAKUKAN : Pelaksanaan uji coba SKBM Daring melalui smartphone disela kegiatan kampus dikalangan mahasiswa, menandakan UBL siap memberlakukan sistem pembelajaran online ini.(Dok. Foto BMHK UBL)

Inovasi yang dibangun dan dikembangkan oleh Universitas Bandar Lampung (UBL) terutama dalam mempermudah kegiatan belajar mahasiswa-mahasiswanya berhasil diterapkan dalam sebuah pengimplementasian Sistem Kegiatan Belajar Mengajar Yang Berbasis Jaringanan.

Rektor UBL Dr. Ir. H. M. Yusuf. S. Barusman, MBA., pun membenarkan bahwa UBL siap mengaplikasikan sistem kegiatan belajar yang berbasis teknologi ini kegiatan di Auditorium, Kampus Pascasarjana, Dra. Hj. Sri Hayati Barusman UBL, Senin (17/4) lalu. Ketika sistem ini diluncurkan maka akan memudahkan akan semakin mempermudah proses integrasi antara urusan akademik para sivitas akademika dengan perangkat smartphone. “Kita targetkan segera terimpelementasikan 100 persen. Tidak hanya absensi, paper (penelitian), jalur informasi, katalog buku perpustakaan, pusat penelitian, dan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan jaringan seluruh dunia. Perhatian kita mengedepankan sistem ini sebagai kebutuhan terhadap pengetahuan jurnal kekinian dan mutakhir,” Paparnya.

Yusuf Barusman melanjutkan dalam penerapannya, sistem pendidikan online diperlukan ditengah dominasi dan semakin majunya kompetisi pendidikan tinggi dengan negara lain.”Fenomena ini terus berlangsung. Untuk itu, UBL perlu mempercepat langkah memutakhirkan sistem pembelajaran, sambil bersinergi dengan berbagai pihak,” Ucapnya.

Selain itu, UBL siap mengedepankan diri sebagai kampus dengan regulasi pembelajaran online yang mendukung terimplementasinya tridarma perguruan tinggi, secara baik, cepat, tepat, dan terarah. Yusuf Barusman kembali menegaskan, SKBM Daring berangkat dari tuntutan mendesak terhadap pengakuan kompetensi perguruan tinggi berbasis IT. Tentunya, dari pemenuhan infrastruktur ini diharapkan berdampak pada pemenuhan kualitas SDM yang ada.“Kita harapkan akan mendapatkan kualitas output (lulusan) semestinya. Karena itu, UBL perlu meningkatkan standar kualitas, dengan membuka diri terhadap sistem pembelajaran maju dari luar (negeri). Diharapkan setelah pemberlakuan sistem ini, anak-anak (mahasiswa) kita tidak hanya mahir, tapi memiliki standar kompetensi IT, yang terakui pihak kampus,” Paparnya. (Rep. BMHK/Ed. Red)

iklan