Prof Dr. Slamet Widodo Ketua Kopertis II

Pergantian Tampuk Kepemimpinan di Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dari Prof. Dr. Diah Natalisa, M.B.A., ke Prof. Dr. Slamet Widodo, M.S., M.M., menjadi berkah bagi Universitas Bandar Lampung (UBL) karena UBL resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara pengenalan Koordinator Kopertis Wilayah II yang baru tersebut di Provinsi Lampung. Kegiatan digelar di Auditorium Pascasarjana, Kampus Dra. Hj. Sri Hayati Barusman, Senin (25/6) mendatang. Hal itu ditegaskan Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Harpain, MAT., MM., Kamis (21/7/2016).

Harpain mengungkapkan dalam kegiatan itu kunjungan kerja Koordinator Kopertis II ini juga dilaksanakan agenda pertemuan dengan para pimpinan dan pejabat kampus, ketua-pengurus yayasan, termasuk Ketua-Anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Swastas Indonesia (Aptisi) serta Penasihat Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BMPTSI) cabang Lampung.

Sedangkan, Slamet Widodo dalam rilisnya, Kamis (21/7)  menyebutkan dalam kegiatan ramah tamah pengenalan dirinya di UBL, akan difokuskan untuk menegaskan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) jabatan dan instansinya yakni membenahi pelayanan prima di seluruh PTS Se-Sumbagsel.

“Saat ini banyak proses pelayanan administrasi dan urusan lain di beberapa kampus swasta termasuk Lampung masih sulit dan berbelit. Kami juga akan meminta komitmen PTS meningkatkan akreditasi yang mayoritas C. Kami berharap dari pertemuan nanti, para peserta khsusunya para rektor, Aptisi dan BMPTSI Lampung segera memperbaharui dan mempraktekkan pelayanan prima yang mendapat perhatian dan sudah diregulasikan pusat (Kemenristekdikti),”ujarnya.

Slamet juga akan memfokuskan PTS untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas guru besar yang memiliki riset berstandar internasional. “Sesuai tupoksi Kopertis tidak hanya pengawasan, tapi juga pengendalian. Itu sebabnya, pembimbingan ketiap PTS harus diwajibkan. Bermuara agar terbentuk manajerial PTS yang baik dan konsisten dalam peningkatan ‘pengembangan diri’nya,” pungkasnya. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan