MENGARAHKAN : RPP2M Nasional Kemeristekdikti dari Unjem Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Didik Sulisyanto M.Ag Sc mengarahkan dosen S1 dan S2 UBL,di Workshop Penulisan Proposal PPM dan Seminar Hasil Penelitian Dosen 2016, di Auditorium Gedung M, Kampus Dra. Hj. Sri Hayati Barusman, (10-11/2/2017).
MENGARAHKAN : RPP2M Nasional Kemeristekdikti dari Unjem Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Didik Sulisyanto M.Ag Sc mengarahkan dosen S1 dan S2 UBL,di Workshop Penulisan Proposal PPM dan Seminar Hasil Penelitian Dosen 2016, di Auditorium Gedung M, Kampus Dra. Hj. Sri Hayati Barusman, (10-11/2/2017).

Untuk lebih meningkatkan mutu, kualitas dan kuantitas proposal Penelitian dan pengabdian Masyarakat (PPM), dilingkup para dosen Universitas Bandar Lampung (UBL) mengadakan Workshop Penulisan Proposal PPM dan Seminar Hasil Penelitian Dosen tahun 2016, pada (10/2) dan (11/2) lalu bersama pemateri Reviewer Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (RPP2M) Nasional Kemeristekdikti dari Universitas Jember (Unjem) Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Didik Sulisyanto M.Ag Sc.

Prof Didik mengatakan bahwa bagi setiap dosen UBL tidak hanya menjelaskan mengenai penulisan proposal PPM. Tapi, perlu adanya komitmen dari para dosen untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Tidak hanya pada diri dosen, tapi hingga institusi universitas. “UBL salah satu perguruan tinggi swasta (PTS), di Lampung, Kopertis Wilayah II dan Sumatera yang berada di klaster A dan meraih PPM dilevel madya. Dengan workshop ini ada upaya dari Pak Rektor, Yayasan dan kita semua untuk meningkatkan (level) lagi menjadi Mandiri. Saya percaya dapat tercapai,” Ujar Prof Didik.

Mantan Atase Kebudayaan, Kedutaan Besar Indonesia untuk Thailand ini tambahkan untuk publikasi karya ilmiah PPM UBL dilevel nasional dan internasional harus lebih ditingkatkan. Pasalnya, selain meningkatkan mutu, kualitas, standarisasi dan akreditasi pribadi dosen maupun kampus. Ternyata, dapat mempercepat pemenuhan lulusan Doktor maupun Guru Besar.

Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA.,  juga mengapresiasi pencapaian PPM yang sejauh ini masih dilevel madya. Bahkan, dia menyatakan penghargaan atas tembusnya 37 proposal PPM UBL di Kemenristekdikti, tahun 2016. “ Kita harapkan tujuannya, dibeberapa tahun depan PPM UBL menjadi mandiri sehingga berefek level PPM meningkat, kaliber kampus lebih baik termasuk bisa terus meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal PPM. Tentu, secara terstruktur dan sistematis. Untuk itu perlu antusias, keberanian, sesuai kapasitas para dosen guna meraihnya,” Tegasnya. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan