PEMBEKALAN : Para mahasiswa beasiswa UBL baru mendapatkan pembekalan KPK 2017, di Kampus A, Drs. H. RM. Barusman, 31 Juli hingga 5 Agustus 2017. (Dok. Foto BMHK UBL-UBL Production).
PEMBEKALAN : Para mahasiswa beasiswa UBL baru mendapatkan pembekalan KPK 2017, di Kampus A, Drs. H. RM. Barusman, 31 Juli hingga 5 Agustus 2017. (Dok. Foto BMHK UBL-UBL Production).

BANDAR LAMPUNG (ubl.ac.id) – Universitas Bandar Lampung (UBL) menyambut ratusan mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018. Pembekalan matang kepada para mahasiswa baru khususnya penerima beasiswa dengan mengadakan Kelas Pembangunan Karakter (KPK) 2017. Kelas ini dilaksanakan di Kampus Drs. H. RM Barusman sejak Senin (31/07/2017 hingga Sabtu 05/08/2017 berisikan materi character building, fotografi dan videografi, kewirusahaan (entrepreneurship), bahasa Inggris, dasar komputer dan media social, jurnalistik dan artikel,hingga outbond. Pematerinya terdiri para alumni, dosen, praktisi, hingga perwakilan dua inkubator bisnis UBL , yakni Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) dan UBL Production (UBL Pro).

Denu Poyo selaku pemateri dari incubator bisnis UBL menyebut adanya KPK sebagai upaya UBL, memberikan kiat-kiat mahasiswa baru dalam memulai perkuliahan baru, yang dimulai dengan Program Pengenalan Kampus (PPK), 10 September mendatang. Dalam KPK ini, para mahasiswa baru UBL ditekankan pada tiga hal yakni kepribadian baik, strategi kuliah terencana dan peningkatan prestasi.“Lewat program ini, para mahasiswa beasiswa diberikan tuntutan dan menjalankan kewajiban. Selain juga diberikan motivasi, dan sharing pengalaman, agar mereka terpacu bisa sukses diinternal dan eksternal kampus. Mudah-mudahan mereka memiliki bekal, untuk masuk kuliah dihari pertama sehingga baik pribadi maupun bersama-sama, dapat mengembangkan diri kearah yang lebih baik,” Ucap Pemateri character building M. Denu Poyo, S. I.Kom, di Kampus A, Drs. H. RM. Barusman, beberapa waktu lalu.

Dengan KPK, Denu menegaskan para mahasiswa baru UBL mendapat acuan segera beradaptasi dengan sistem dan nuansa perkuliahan. Dijadikannya kegiatan rutin, Denu beranggapan KPK mampu mempercepat penyatuan karakter calon mahasiswa dengan lingkungan kampus dan sivitas akademika. “Perpindahan sifat dari masa SMA ke kuliah, tentu menimbulkan krisis karakter. Karena mereka, harus segera mampu berbaur dengan kondisi akan dimasuki sehingga tidak ditemui berbagai gap, dalam membangun karakter dari masa peralihan yang luar biasa Format ini mematangkan softskill, jauh sebelum kuliah. Sangat bagus tujuan dan dampaknya bagi para calon mahasiswa. Jadi dengan masuk UBL, mereka mendapatkan pilihan tepat untuk (kepastian) masa depannya,” Akunya.

Sementara itu, Kepala PPIK UBL, Ir. Indriati Agustina Gultom, M.M., mengaku regulasi KPK sudah dimatangkan dengan rapat koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait di UBL termasuk bersama para narasumber dan mentor dari para kakak tingkat sebagai pengasuh pergrup maba.“Jadi para maba akan lebih terorganisir, kita semua memberikan masukan dalam pengarahan tentang dasar, tujuan, plaksanaan teknis hingga input, dan ouput bagi para mahasiswa (baru),” Jelasnya. (Rep. BMHK/Ed. RTS)

iklan