DIBEKALI KEWIRAUSAHAAN : Para maba beswan gelombang ke-II, tahun akademik 2017/2018 UBL dibekali ilmu dan pengalaman kewirausahaan oleh salah satu pemateri di Gedung B, Kampus Drs. H. RM. Barusman, Selasa (15/08/2017) lalu. (Dok. Foto BMHK UBL-UBL Production).
DIBEKALI KEWIRAUSAHAAN : Para maba beswan gelombang ke-II, tahun akademik 2017/2018 UBL dibekali ilmu dan pengalaman kewirausahaan oleh salah satu pemateri di Gedung B, Kampus Drs. H. RM. Barusman, Selasa (15/08/2017) lalu. (Dok. Foto BMHK UBL-UBL Production).

BANDAR LAMPUNG (rotasinews.com) – Sukses dengan acara puncak (outbond) Kelas Pembangunan Karakter gelombang pertama, Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menyelenggarakan Kelas Pembangunan Karakter untuk para mahasiswa baru beasiswa gelombang kedua tahun akademik 2017/2018. Kali ini, pembekalan dikhususkan untuk materi kelas kewirusahaan. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung B, Kampus Drs. H. RM. Barusman, Selasa (15/08/2017) lalu menghadirkan tiga pemateri, yakni dua praktisi dari Forum CSR Lampung Argadwi Saputra S.H., Mawardi, S.E., dan praktisi selling product online Lampung, Reynaldi Muliawan, S.I.K. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaktualisasi setiap bakat kewirausahaan dalam diri dan dilingkungan sosial. Baginya kunci sukses kewirausahaan, maba beswan harus tangguh dalam menghadapi perubahan lingkungan social terutama dalam mengenal potensi bisnis diri yang dapat ditonjolkan dari awal hingga sebelum lulus kuliah.

Arga mengatakan karakter dapat timbul karena kebiasaan, keadaan lingkungan dan mampu membuat orang lain, tidak takut melangkah keluar dari zona nyaman. “KPK ini membuat para mahasiswa dapat bersosialisasi, membuka jaringan (network) kewirausahaan dengan rasa percaya diri. Terutama dalam merancang, melakukan hingga mengembangkan pekerjan (kewirausahaan) yang positif,” Tuturnya.

Sedangkan, Mawardi mengajak para maba beswan berkreasi dibidang kewirausahaan, dengan mengukur diri dan berinovasi sehingga produk diri disukai lingkungan sosial, dan kemauan pasar. Untuk itu, sumber kunci sukses berwirausaha pada diri mahasiswa, bersumber pada sistem manajemen berdasarkan kunci POAC yakni planning, organizing, actuating, dan controlling. “Dalam menjalankan fungsi manajemen harus menjalankan prinsip-prinsip manajemen yakni wewenang, tanggung jawab dan kepatuhan perintah. Dengan pengendalian diri yang prima, sehingga mahasiswa dapat berada ditop manajerial individual. Baik dari pengawasan internal maupun eksternal diri. Menggunakan laporan tertulis maupun penilaian verbal,” Jelasnya.

Lain halnya menurut Reynaldi setiap mahasiswa baru beasiswa UBL mempunyai potensi menemukan peluang dan mengembangkan peluang bisnis sendiri. Terlebih, saat ini dimasa perkembangan dunia media online. Untuk itu, peran media sosial dan jejaring sosial memiliki peluang besar sebagai lahan bisnis kewirausahaan. Media tersebut, sangat mampu mengaktualisasi potensi bisnis yang bersumber dari hobi, dan pengembangan diri. Tentunya, juga hars disesuaikan dengan latar belakang disiplin keilmuan perguruan tingginya.“Mahasiswa harus mampu membuka peluang, dengan membina network. Sambil terus mengembangkan tanggung jawab dan kemampuan diri,” Tuturnya. (Rep. BMHK/Ed. RTS)

iklan