_mg_0702
SUKSES : Dihadiri tiga reviewer dari tim Monev Kemenrintekdikti, WAVE Proposal PHBD Lampung sukses dilaksanakan UBL di Ruang Rapat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Gedung Rektorat,lantai 3, kampus Drs. H. RM. Barusman, Senin (24/10/2016). (Dok.Foto BMHK UBL).

Pengimplementasian pengabdian masyarakat desa berupa Program Hibah Bina Desa-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (PHBD Kemenristekdikti). Universitas Bandar Lampung (UBL) sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diantara dua perguruan tinggi negeri (PTN) yang menyertakan proposal mahasiswa untuk dinilai sekaligus ditunjuk Kemenristekdikti sebagai tuan rumah kegiatan Workhsop, Asistensi, Visitasi, dan Evaluasi (WAVE) Proposal PHBD di Provinsi Lampung.

Kegiatan dipusatkan di Ruang Rapat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Gedung Rektorat, lantai 3, kampus Drs. H. RM. Barusman UBL, Senin (24-10). Menghadirkan tiga reviewer dari tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) PHBD Kemenrintekdikti, yakni Drs. Aris Suhadi MA, PhD., Agus Setiawan , ST, MSc, PhD., dan Dr. Mimi Mulyani, M.Hum guna menilai proposal dari tim inti perkampus yakni 5 mahasiswa UBL, 5 mahasiswa Itera dan 5 mahasiswa Unila.

Ketua Panitia Operator Host WAVE PHBD UBL Ahmad Cucus, S.Kom., M.Kom mengaku urgensi dilaksanakan kegiatan tersebut agar para mahasiswa diberi ruang khusus oleh Kemeristekdikti untuk terjun langsung ke masyarakat desa melalui eksplorasi proposalnya. “Ini baru pertama kali bagi kita (UBL) mendapat dana hibah ini, semoga bisa memotifasi para mahasiswa kini dan seterusnya. Sekaligus mendalami workhsop, sosialisasi, hingga visitasi dari mereka (tim monev PHBD) agar mampu menginspirasi yang lain, sehingga lebih banyak terjun (membuat proposal) dan mengikuti kegiatan ini kedepannya,” Ucapnya.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Umum, Drs. Harpain, M.A.T., M.M., mewakili Rektor UBL,Dr. Ir. M. Yusuf.S. Barusman, M.B.A., turut mengapreasi tinggi tiga kampus Lampung, diantaranya UBL  yang berhasil mendapat kesempatan WAVE proposal PHBD dari total 147 proposal di 60 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta secara nasional. Meski demikian, Harpain juga mengingatkan ada tuntutan kerja dan tanggung jawab sosial besar yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Terlebih, PHBD bersumber dari dana negara. Kehadiran reviewer ini semoga proposal para mahasiswa dapat dibantu, diberi masukan, diarahkan hingga dievaluasi dengan baik sehingga diimplementasikan dengan 4 prinsip kerja As.

Ketua Pendamping Tim Proposal PHBD UBL, Robi Yuli Endra, S.Kom., M.Kom melengkapi kegiatan ini bertujuan agar para mahasiswa mendapat masukan, dan pembelajaran dari para reviewer sehingga para mahasiswa ini dapat membimbing mahasiswa lain. Dengan muara, semakin banyak proposal diusulkan, terkirim dan dinilai lagi.

Ditutup, Ketua Tim Monev WAVE PHBD Lampung, Agus Setiawan berujar dengan usia PHBD sudah 5 tahun. Reviewer di Lampung baru pertama dilaksanakan.Ditahun ini, dari 6000 proposal yang masuk, namun yang lolos tahap II yakni seleksi berkas tinggal 1200 proposal, lalu tersaring lagi hingga 147 proposal direview. Untuk Lampung menyertakan 3 kampus dengan 15 mahasiswa inti.

“WAVE (PHBD) bukan mencari kesalahan,tapi titik temu kendala dilapangan.Baik teknis, pemetaan wilayah,hingga pelaksanaan biaya. Selama perjalanan program ini,berhasil menghilangkan dikotomi PTN dan PTN. Perlu pengembangan lebih baik,dari segi kualitas dan kuantitas terutama disektor pembangunan karakter bangsa dan implementatif revolusi mentalnya,” Tukasnya. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan