Saat ini menulis cerpen tidak lagi sekedar berorientasi untuk termuat di media cetak dan mendapatkan honor. Menulis cerpen juga sudah menjadi hobi bagi banyak orang. Sebagai salah satu contohnya di kanal Fiksiana Kompasiana, setiap hari hadir cerpen-cerpen karya anak Indonesia bersama ragam fiksi lainnya.

Meski tanpa honor, kanal fiksiana tetap saja ramai. Hal itu menjadi salah satu tanda bahwa menulis fiksi (cerpen) telah menjadi hobi bagi banyak orang.

Jika ada yang berpandangan bahwa menulis fiksi di internet adalah karya kelas dua dan di media cetak adalah karya kelas satu. Atau menganggap karya-karya fiksi di internet merupakan karya yang tak termuat di media cetak. Kedua pandangan itu tidaklah benar. Sekarang sudah banyak yang menulis fiksi yang memang ditujukan untuk internet. Karya yang dihasilkan pun banyak yang tidak kalah dengan kualitas media cetak. Lebih adil jika melihat karyanya bukan medianya.

Tulisan di internet pun jika diprint akan menjadi wujud fisik yang sama dengan karya yang ada di media cetak. Lantas apa bedanya?

Menulis cerpen atau cerita pendek membutuhkan syarat tertentu. Syarat yang harus dipenuhi agar sebuah karya disebut cerpen.

Syarat-syarat sebuah cerpen, diantaranya :

1. Terdiri dari pembuka, isi, dan penutup

Sebuah cerpen pada umumnya terdiri dari bagian pembuka, isi, dan penutup (ending). Jika salah satu bagian hilang, boleh jadi tidak seperti sebuah cerpen, hanya sebatas catatan biasa.

2. Memiliki plot

Sebuah cerpen hendaknya memiliki plot. Hubungan sebab akibat dari awal cerita sampai akhir cerita. Dengan semikian pembaca akan tertarik untuk terus mengikuti cerita yang dibangun.

Jika cerita yang dibangun hanya sekedar menginformasikan sebuah kejadian cerita, boleh jadi pembaca hanya seperti membaca sebuah berita atau feature.

3. Tidak bertele-tele

Sebuah cerpen dibaca sekali duduk. Dalam arti tidak bertele-tele. Jika penulis ingin menceritakan semua yang ada dalam pikirannya, maka boleh jadi cerita menjadi melebar kemana-mana, bahkan bisa melenceng dari judul dan tema.

Sebuah cerpen telah melalui seleksi oleh penulisnya. Hanya yang paling menarik yang ditampilkan penulis untuk pembacanya.

4. Menonjolkan narasi

Sebuah cerita, dalam hal ini cerita pendek, merupakan tulisan yang menonjolkan narasi (bercerita). Jika sifatnya hanya informatif atau deskripsi, boleh jadi pembaca merasa tidak sedang membaca sebuah cerpen. Umumnya cerpen, merupakan sebuah cerita tertulis yang menceritakan tokoh utama dalam menghadapi permasalahan dan bagaimana akhir cerita dari tokoh utama itu.

Yuk terus menulis cerpen. Sambil sesekali dikirim ke media cetak. Jika dimuat, honornya lumayan lho.

Salam Kompasiana!

Banyumas, 11 Januari 2013

KOMPASIANA – AGUS PRIBADI  | 11 January 2013 | 18:16

iklan