rotasii_001 copy copy

Jamaludin dan Vicky Antoni, demikian nama lengkap Mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Bandar Lampung (UBL), dua orang Mahasiswa yang memperoleh kesempatan mengikuti Program Student Exchange ke University of Kitakyushu, Jepang selama 6 (enam) bulan. Mereka mengaku bangga mendapatkan kepercayaan mengikuti Program yang dimulai sejak 10 Januari 2016 lalu ini.

“Sebuah kebanggaan bagi kami menjadi Mahasiswa UBL, karena selain memberikan beasiswa full selama kuliah, UBL juga memberikan kesempatan dan pengalaman luar biasa bagi kami untuk dapat belajar di luar negeri,” terang keduanya melalui surat elektronik.

Dalam Program Student Exchange di Kampus yang terletak di daerah Hibikino, Wakamatsu, Kitakyushu-Jepang ini, keduanya bergabung dengan perwakilan Mahasiswa Program Studi Arsitektur asal dua Negara lainnya yakni China dan Vietnam mengikuti berbagai kegiatan yang digelar, antara lain fieldtrip, workshop dan kegiatan perkuliahan pada umumnya.

“Kami tiba di Jepang saat musim dingin, dan suhu di Kitakyushu cukup rendah, yaitu sekitar 3-8 derajat celsius setiap harinya. Saat kami bersama perwakilan kedua Negara lainnya tiba, disambut dengan hangat oleh Universitas Kitakyushu, Jepang melalui “Welcome Party” yang menghindangkan banyak sekali makanan dari Jepang juga pentas seni. Kemudian, kami mengikuti kelas Bahasa Jepang yang dikhususkan untuk peserta Student Exchange dan diajarkan langsung oleh Warga Negara Jepang. Kelas ini sangat membantu kami mempelajari Bahasa Jepang dalam percakapan,” ujar Vicky.

Sementara itu, Jamal menambahkan pada tanggal 15 Februari hingga 1 Maret 2016 lalu diselenggarakan kegitan LCDBC 2015 International Workshop and Conference yang dihadiri peserta asal 9 (Sembilan) Negara, diantarnya Indonesia, Vietnam, China, German, Thailand, Afrika Selatan, Kenya, Afganistan, dan Tuan Rumah Jepang,” papar Jamal dengan antusias.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta mendesain wilayah Pingggiran kota Orio-Hibikino dan mengikuti International Conference Paper Presentation Session yang dibagi dalam 3 (tiga) tema, antara lain Architectural Research and Architectural Design, Energy and Environment, dan Urban Planning and Sustainable Development.

“Selain itu, peserta juga mengikuti kegiatan workshop dan fieldtrip ke beberapa lokasi wisata di Pulau Kyushu diantaranya TOTO Museum di Fukuoka, Eco Housedi Yahatahigashi, Environmental Museum, Mojiko, Tenjin, Fukuoka City, Spaceworld, Yaskawa Electric Robot Village dan Kyushu National Museum dimana para peserta dapat melihat secara langsung salah satu alat musik tradisional Indonesia yaitu Gamelan didatangkan dari Indonesia,” ungkap Jamal dan Vicky bangga.

Para peserta juga mengunjungi pulau buatan yakni Fukuoka Island City yang dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian jalur laut dan terdapat pelabuhan Petikemas 6 terbesar di Jepang.

“Kami juga mengikuti Research Meeting yang berlangsung sekali dalam seminggu yakni pada hari Jumat dan dibimbing langsung oleh Professor Bart Dewancker Julian. Selain itu, kami juga mengikuti perkuliahan antara lain mata kuliah Arsitektur Kota, Teknologi Lingkungan, Studio Perancangan Arsitektur 6, Methodologi Penelitian, serta Aplikasi Komputer Lanjut yang dibimbing oleh 2 (dua) orang Dosen UBL yakni Fritz Akhmad Nuzir dan Haris Murwadi,” terang keduanya sebelum menutup pembicaraan.

 

iklan