PUyI2BDjgR

 

JAKARTA – Lima hal menjadi pendukung para lulusan kuliah untuk bersiap-siap menghadapi wawancara kerja. Knowledge, attitude, personality, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), dan karakter pun menjadi penentunya.

Knowledge penting. IPK penting dan lebih penting lagi karakter. Sebenarnya IPK tidak terlalu ditonjolkan untuk melamar kerja, yang paling dibutuhkan adalah soft skill. Percuma IPK tinggi tapi tidak punya skill yang di dapat dari kampusnya,” tegas Rektor Perbanas Institute Marsudi Wahyu Kisworo, di Auditorium Unit III Building Perbanas Institute, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2013).

Marsudi menambahkan, kelima hal ini menjadi hal yang penting untuk dapat bersaing di dunia kerja. Dijelaskan dia, attitude merupakan tinggi rendahnya budi pekerti seseorang. Serta personality merupakan sesuatu ciri yang bisa membedakan seseorang dengan orang lain atau lawan bicara dalam interview kerja.

“Sementara karakter dan attitude bisa dinilai dari sikap yang tertekan, jadi ketahuan mana mental yang lemah. Faktor-faktor inilah untuk bisa bersaing dalam dunia pekerjaan dan dalam persaingan globalisasi,” imbuhnya.

Senada dengan Marsudi, Trainer Senior CSH Associates Christine Sulistyowati menjelaskan, yang dibutuhkan untuk dapat terjun ke lapangan kerja yaitu kompetensi dan berpikir secara rasional (rational skill).

“Kalian semua bisa 100 persen mendapatkan pekerjaan yang baik yang sesuai dengan minatnya. IPK adalah knowledge, mengukur IQ, ketika diinterview kompetensinya di mana, posisi kita mau ke mana ketika sudah bekerja,” tukasnya.

Rational thinking, harus ditanya tahapannya, ditahapan interview menjadi perhatian dan jangan takut salah, jangan berpikiran negatif. Fokus, banyak-banyak bertanya untuk peduli terhadap karir diri kita sendiri, mengidentifikasi dan menentukan keputusan. Jadi, intinya kalau interview harus banyak bertanya,” tegasnya.

 

www.okezone.com

iklan