image2

Ditengah panas terik matahari yang menyinari Kota Bandar Lampung nampak seorang anak dengan memakai jersey kesebelasan klub sepak bola asal Negara Spanyol, F.C Barcelona sedang berjalan perlahan mengitari rumah-rumah warga yang berada di perumahan Nila Kandi Teluk Betung Bandar Lampung. Penampilannya hampir sama dengan anak-anak lain di lingkungan ini. Namun, dibalik tubuh mungilnya ini, sosok Iyan biasa ia disapa mengalami sebuah retardasi mental. Retardasi mental yang diderita oleh Iyan telah membuat ia sulit menyesuaikan diri, susah berkembang dan memiliki intelegensi yang rendah.

Sosok kelahiran 17 tahun silam ini merupakan anak tunggal dari pasangan kedua orang tuanya. Retardasi mental yang diderita oleh Iyan membuatnya tidak bisa berbicara denga jelas dan sempurna. Hari-hari pun dilaluinya hanya berdiri di suatu tempat dan mengelilingi rumah warga di sekitaran Perumahan Nila Kandi, tempat ia tinggal.

“Iyan kerjaannya setiap hari hanya berdiri daerah nilakandi sini saja. Setiap kendaraan yang lewat dia selalu kasih senyum, makanya ada juga beberapa kendaraan yang lewat kasih dia duit. Sayangnya duit yang diberikan terkadang dipalak sama anak-anak lainnya. Iyan mana bisa apa-apa lagi, mah dimarahin atau dilawan juga pasti Iyan kalah,” Ujar Maria salah satu warga Nilakandi.

Retardasi mental yang diderita Iyan sebenarnya dapat disembuhkan dan tentunya harus melalui manajemen terapi sehingga dapat merangsang perkembangan motorik dan sensoriknya. Terapi ini pun dapat dijalani Iyan jika ia masuk ke sekolah khusus tetapi faktor biaya juga yang memupuskan harapan Iyan untuk mendapatkan terapi atas syndrome yang dideritanya

“Bukan karena tidak mau belajar, tetapi jika masuk ke sekolah khusus sangat membutuhkan biaya yang besar. Ia hanya bisa bersyukur karena dilahirkan di Keluarga anak tukang becak yang menyayangi dan menerima Iyan apa adanya. Untungnya, orang tua Iyan masih sanggup bertahan dan bahkan sayang sama Iyan. Kalau Iyan suka main terlalu jauh dari rumahnya, Ayah atau Ibu Iyan selalu mencari dia dan membawanya pulang,” Ungkap Maria. (Rep. JN/Ed. AX)

iklan