SUKSES : PBI FKIP UBL sukses selenggarakan seminar backpacker di Aula Gedung F Kampus A, Drs H. RM. Barusman, Kamis (20/4/2017) lalu, sebagai yang pertama diadakan universitas. (Dok. Foto BMHK UBL).
SUKSES : PBI FKIP UBL sukses selenggarakan seminar backpacker di Aula Gedung F Kampus A, Drs H. RM. Barusman, Kamis (20/4/2017) lalu, sebagai yang pertama diadakan universitas. (Dok. Foto BMHK UBL).

Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional dan sudah lazim digunakan oleh banyak warga di berbagai negara dan dengan berbahasa Inggris ini berkeliling dunia sebagai backpacker menjadi hal yang sangat mudah. Hal ini lah yang menjadikan Program Studi Bahasa Inggris menggelar Seminar bertajuk Backpacker Exploring Other Sides of the World : Being Global Citizen.

Kegiatan di Aula Gedung F Kampus Drs H. RM. Barusman, Kamis (20/4) lalu, Seminar yang turut menghadirkan para siswa SMA Sederajat se-Bandar Lampung ini, menghadirkan tiga pemateri utama, dari kalangan guru dan dosen pendidikan bahasa Inggris yang juga anggota komunitas Backpacker Dunia, Ahmad Hanafi, M.Pd. ; Arip Hidayat, dan Akademisi UBL, Wayan Karang Yana, S.Pd, M. Pd.

Ketua HMPS-PBI FKIP UBL Sando Formandon menambahkan, seminar backpacker menjadikan para peserta, khususnya mahasiswa melihat dan mengimplementasikan bahasa Inggris, sebagai bahasa dunia. “Dapat memaknai pentingnya keberadaan kita, dalam peradaban penduduk dunia,” Akunya.

Senada pun diungkapkan Kepala Program Studi Bahasa Inggris UBL, Helta Anggia, MA., menjelaskan seminar backpacker UBL sebagai yang pertama diadakan universitas. “Belum ada kampus menyambut peluang seperti ini terutama memotifasi mahasiswa dan pelajar, agar memiliki pengalaman eksplorasi keluar negeri. Itu kata para pemateri,” Terangnya.

Pada kesempatan ini pemateri, Ahmad Hanfi berujar prinsip untuk menjadi backpacker sukses harus beracuan penasaran dan kerja keras. Sedangkan tujuannya, selain menyalurkan hobi, juga ingin mengetahui implementasi bahasa Inggris dinegara lain.“Backpacker, menjadikan kita belajar dan meneliti kebudayaan dunia tentu dengan penguasaan Bahasa Inggris, lebih mendekatkan kita, pada globalisasi pola pikir dan sikap sesuai peradaban dunia,” Tukas Owner Komunitas Bacpacker Dunia Solo, Semarang, Jogjakarta dan Kalimantan Selatan ini. (Rep. BMHK/Ed. RTS)

iklan