Sampahmu Penyambung HidupkuTeriknya sang surya telah kembali ke singgasananya menggantikan hujan yang telah membasahi bumi sejak fajar. Jalanan pun masih dipenuhi semerbak aroma spora tumbuhan yang terhirup oleh manusia. Meskipun jalan mulus terbentang disana tak banyak kendaraan berlalu lalang melintasinya. Dari sejauh mata memadang hanya beberapa motor penduduk sekitar dan mobil truk sampah yang nampak rutin berlalu lalang menimbun sampah di tempat pembuangan akhir.

Seiring dengan sulitnya mencari rezeki seperti sekarang tak membuat beberapa orang untuk berputus asa. Dari keramaian orang yang bekerja mengais satu demi satu sampah yang masih dapat diolah dan didaur ulang, nampak seorang pria yang akrab disapa dengan Pak Purdji. Semerbak aroma sampah yang telah menggunung dan beragam jenisnya tidak mengurangi semangatnya untuk menyambung hidup demi mendapatkan pundi-pundi rupiah untuk menghidupi keluarganya.

Sampah yang dianggap sebagian besar masyarakat adalah sumber pencemaran lingkungan ternyata mampu menjadi penyambung hidup sebuah keluarga yang bergantung pada ratusan ton sampah di tempat pembuangan akhir sampah Kelurahan Bakung, Teluk Betung Barat. Kedatangan truk sampah dari penjuru Kota Bandar Lampung bagaikan menanti kepingan rupiah bagi Pak Purdji. Truk-truk yang datang dari penjuru Kota Bandar Lampung membawa dan membongkar ratusan ton sampah-sampah muatannya. Pak Purdji pun bergegas berlomba-lomba dengan pekerja lainnya untuk memilah sampah yang masih bisa di daur ulang. Semakin pandai memilah barang yang bisa didaur ulang maka semakin banyak pundi-pundi rupiah yang masuk ke kantong lusuh mereka.

Perjalanan sampah-sampah yang telah dipilah oleh Pak Purdji masih sangat panjang. Sesampainya di rumah sampah-sampah yang telah pak Purdji kumpulkan mulai dibersihkan bersama sang istri dan anak-anaknya. Semakin bersih dan baik kondisi dari sampah-sampah yang telah dipilah maka semakin bertambah nilai jual dari barang tersebut ketika dibawa ke pengepul sampah. “Meskipun tidak banyak hasil yang didapat namun mendapatkan uang secara halal ada berkah tersendiri didalamnya,” ungkap Pak Purdji. (Rep. OD/Ed. AX)

iklan